Posted on Leave a comment

Indonesia Darurat Adab dan Etika

Menertawakan Orang yang Sedang Mencari Nafkah dengan Kata-kata “Goblok” di Depan Khalayak Ramai itu Tidak Pantas

Oleh: S u s a n.

Belakangan ini, publik kembali dihebohkan dengan sebuah kejadian yang menggambarkan buruknya adab dan etika dalam kehidupan sosial kita. Sebuah video yang menunjukkan seorang tokoh publik, Miftah, sedang menertawakan seorang penjual es di depan kerumunan ramai, dengan kata-kata kasar yang menghina, seperti “goblok,” viral di media sosial. Kejadian ini tidak hanya menyentuh aspek personal bagi orang yang dihina, tetapi juga menjadi cerminan buruk budaya dan sikap yang berkembang di masyarakat kita. Miftah yang seharusnya menjadi panutan, malah berperilaku tak pantas, mempermalukan orang lain yang sedang berusaha mencari nafkah dengan cara yang tidak beradab.

Apa yang terjadi di depan khalayak ramai itu jelas bukan lagi bagian dari budaya kita, melainkan sebuah perilaku yang tidak tahu diri dan tidak menghormati nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kehidupan bersama. Budaya yang menghina, merendahkan, dan mempermalukan orang lain, terutama mereka yang sedang bekerja keras untuk mencari rezeki, jelas adalah contoh yang buruk dan seharusnya tidak boleh ditiru.

Bukan hanya Miftah, fenomena ini juga semakin terlihat di kalangan generasi muda yang mulai kebablasan dalam bergaul. Banyak orang yang lupa akan norma sosial, etika, dan adab dalam berinteraksi dengan sesama. Bahkan, tak jarang kita menemukan pejabat dan tokoh publik yang seharusnya memberikan contoh baik justru ikut serta dalam menurunnya tingkat kesopanan dan etika di masyarakat. Bagaimana bisa kita berharap untuk menciptakan perubahan positif jika para pemimpin kita sendiri tidak menunjukkan sikap yang baik dan terhormat?

Penting untuk dicatat bahwa jika Miftah merasa suasana santai, seperti di rumah atau di kafe dengan teman-teman terdekat, mungkin saja sikap tersebut bisa diterima dalam lingkup yang lebih terbatas. Namun, ketika sebuah hinaan dilontarkan di depan orang yang tidak dikenal dan di tempat umum, itu bukan hanya merugikan orang yang dihina, tetapi juga menciptakan dampak buruk bagi masyarakat luas. Seharusnya kita bisa menempatkan diri dengan bijak, terutama dalam interaksi sosial yang melibatkan banyak orang.

Lebih lanjut, penjual es yang menjadi korban dalam kejadian ini mengungkapkan perasaan sedih dan sakit hati atas perlakuan yang diterimanya. Di tengah upayanya mencari nafkah, dia harus menghadapi hinaan yang tidak seharusnya terjadi, terutama di hadapan orang banyak. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga etika dan saling menghormati di antara sesama, terlepas dari perbedaan latar belakang, status sosial, atau pekerjaan.

Keadaan ini mengingatkan kita bahwa Indonesia sedang menghadapi darurat adab dan etika. Banyak orang yang lupa akan nilai-nilai luhur yang harusnya menjadi dasar dalam berinteraksi di masyarakat. Perilaku yang mengabaikan rasa hormat terhadap orang lain semakin terlihat, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan pejabat publik. Kalau dibiarkan berlarut-larut, ini akan berdampak buruk bagi perkembangan moral dan sosial bangsa kita.

Sudah saatnya kita kembali merenung dan memulihkan adab serta etika dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi berikutnya dengan menunjukkan sikap saling menghormati dan peduli terhadap perasaan orang lain. Tanpa itu, kita tidak hanya akan kehilangan integritas sebagai bangsa, tetapi juga menciptakan masyarakat yang penuh dengan kebencian dan ketidakpedulian. Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama sebagai bangsa.

Posted on Leave a comment

Mourits Kussoy  Kepala FKBN DKI Jakarta Sebagai Tokoh Penggiat Bela Negara, Motivator dan Inspiratif Negeri 2024

Tom’S Book, Jakarta – Dalam Rangka HUT Sorotnews ke 14 , sebanyak 27 Pejabat Negara dan Tokoh Masyarakat menerima penghargaan sebagai motivator bela negara yang diadakan di gedung R. Soeprapto Ditjen Pothan Kemhan RI lantai 8. Dihadiri oleh kasatwas FKBN Mayjen TNI ( Purn) H.Adi Sudaryanto, S.Ip  beserta Ketum FKBN  dan seluruh anggota kader bela negara dan para pejabat kemetrian  sebagai narasumber, dan Pejabat Negara  beserta tokoh masyarakat penerima Award  (30/11/2024) 

Acara ini  di prakasai oleh owner sekaligus direktur utama sorotnews, Saripudin Ranex, CPP.  yang biasa di panggil Bang Ranex , Tujuan diadakannya penghargaan Award ini untuk para pejabat dan para tokoh berprestasi di Indonesia bukan hanya menjadi moment penghargaan, tetapi juga sebuah perayaan  atas dedikasi, kerja keras dan pencapain luar biasa dari para profesional pejabat negara serta individu yang telah berkontribusi dalam berbagai bidang.

Acara HUT Sorotnews ke 14 ini selain memberikan Award kepada 27 Pejabat dan tokoh masyarakat. 

Juga mengadakan Seminar dan Dialog Nasional sosialisasi Bela Negara dan reformasi tata kelola pemberdayaan sistem penempatan  dan perlindungan pekerja migran Indonesia, dengan moderator Prof.Dr.Owin Jamasy,M.Hum, MM, Ph.D. 

Acara ini di buka oleh Direktur Bela Negara Ditjen Pothan Kementrian Pertahanan, Brigjen TNI G. Eko Sunarto, S.Pd., M.Si.  dilanjutkan dengan penganugerahan Award untuk pejabat dan tokoh masyarakat Indonesia yang sudah berdedikasi tinggi untuk bangsa dan Negara. 

Salah satu penerima Award  penghargaan Anugerah Sorot News Golden Award 2024 kepada Pejabat Negara dan Tokoh berprestasi adalah Mourits Kussoy, S.H. 

Biasa di sapa bang Morris, sosok ramah dan bersahaja ini adalah Kepala Badan Koordinator Wilayah DKI Jakarta Forum Kader Bela Negara, dan Pernah menjabat Sebagai Staffsus Kanwil Kemhan Provinsi DKI Jakarta  yang juga Pernah ikut penugasan menjadi TBO dibawah Korem 164 Wira Dharma  Timtim  thn 1995. sepak terjang Bang Moris tidak pernah diragukan lagi selain aktif di kegiatan sosial juga aktif menjadi pembicara  dan penggiat serta motivator Bela negara baik dari Kemhan  maupun di Universitas dan sekolah yang ada di DKI Jakarta , diantaranya di Universitas dan Sekolah  : 

1. Universitas Darma Persada

2. Universitas Esa Unggul

3. SMA Negeri 06 Jaksel 

4. SMA Negeri 46 Jaksel

5. SMA Negeri 86 Jaksel . dll

Pendidikan yang pernah ditempuh bang Moris di bidang Bela negara diantaranya : 

1. TOF  Kemhan RI 2018

2. TOT Taplay Lemhanas RI 2021

3. Latsarmil 2010

Dan sering ditunjuk sebagai Narasumber Sosialisasi Pemantapan Bela Negara oleh  Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta dan  masih banyak lagi yang tidak kami tuliskan satu persatu. 

Semoga bang Morris  dapat menjadi tokoh inspiratif buat kawula muda untuk lebih cinta kepada bangsa dan negara Indonesia. (AR/FL/ TIM JKT)

Source :

Ana Sekwil FKBN DKI Jakarta

Posted on Leave a comment

Tampil Beda, Rutan Bangil Laksanakan Pilkada Serentak 2024 Bertemakan Kerajaan Majapahit

Tom’S Book, PASURUAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil sukses menggelar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 dengan mengusung tema unik, yakni “Kerajaan Majapahit.” Acara yang berlangsung di aula serbaguna Rutan Bangil pada Rabu (27/11) ini menggabungkan unsur demokrasi dan budaya, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kearifan lokal.

Pilkada yang diikuti oleh 510 warga binaan dan 22 pegawai, sesuai dengan daftar pemilih tetap dan pemilih pindahan, berlangsung lancar. Dekorasi aula yang dihias menyerupai kerajaan Majapahit, lengkap dengan atribut budaya Jawa kuno, memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pemilih. “Tema ini dipilih untuk mengingatkan kita semua pada sejarah kejayaan bangsa serta pentingnya menjaga semangat persatuan dalam demokrasi,” ujar Karutan Bangil.

Proses pemungutan suara dipandu oleh petugas dari TPS 901 Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Bangil. Setiap warga binaan yang hadir dengan antusias mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi ini. Kepala Rutan Bangil juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. “Kegiatan ini bukan hanya bentuk partisipasi politik, tetapi juga pembelajaran berharga bagi warga binaan tentang arti penting demokrasi yang sehat dan damai,” tambah Bhanad.

Dalam sambutannya, Bhanad Shofa Kurniawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk para petugas dan pemilih. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang solid dari tim Rutan Bangil, petugas TPS 901, serta warga binaan yang mengikuti acara ini dengan antusias. Semoga Pilkada ini menjadi momentum untuk terus membangun demokrasi yang lebih baik,” ujarnya. Pelaksanaan Pilkada bertema Kerajaan Majapahit ini menjadi bukti komitmen Rutan Bangil dalam mendukung hak politik warga binaan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Indonesia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat merasakan dampak positif dari partisipasi mereka dalam proses demokrasi.

Posted on Leave a comment

Kesal Di-PHP, Wilson Lalengke Propamkan Penyidik Dittipidkor Bareskrim Polri

Tom’S Book Jakarta – Masih ingatkah Anda tentang kasus dugaan korupsi dan atau penggelapan uang rakyat, dana hibah BUMN, yang dilakukan pengurus pusat PWI? Kasus yang melibatkan para dedengkot koruptor Hendry Ch Bangun, Sayid Iskandarsyah, Muhamad Ihsan, dan Syarief Hidayatullah, itu telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Mei 2024 oleh jajaran Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan ditembuskan ke ribuan alamat kantor pemerintah, baik di Pusat maupun ke Forum Komunikasi Pemerintahan Daerah (Forkopimda) di seluruh Indonesia.

Surat tembusan laporan PPWI yang dialamatkan ke Kapolri selanjutnya didisposisikan ke unit Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri, dan ditangani langsung oleh AKBP H. Yusami S.I.K., M.I.K. Pihak pelapor, Ketua Umum PPWI kemudian diundang oleh penyidik Haji Yusami ke Mabes Polri untuk koordinasi dan melengkapi berkas yang diperlukan.

Berdasarkan undangan dari Dittipidkor, Ketum PPWI Wilson Lalengke bersama Penasehat Hukum PPWI, Advokat Dolfie Rompas, mendatangi Dittipidkor Bareskrim Polri dan bertemu penyidik AKBP Haji Yusami pada Selasa, 27 Agustus 2024. Pertemuan berlangsung cukup alot, namun kemudian penyidik bersedia menerima tambahan dokumen berupa kwitansi dugaan penerimaan uang oleh pejabat BUMN dari pengurus PWI. Penyidik juga berjanji akan menindaklanjuti kasus itu secara professional.

Selang sebulan kemudian, Wilson Lalengke menghubungi penyidik Haji Yusami untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus yang memalukan bagi dunia pers Indonesia itu. Seperti biasa, penyidik menjanjikan akan mengirimkan surat pemberitahuan penanganan kasus, yang oleh masyarakat umum dikenal dengan nama Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Sejak saat itu, saya beberapa kali lagi menanyakan SP2HP terkait perkembangan penanganan kasus tersebut, namun tidak pernah diberikan. Penyidik AKBP Haji Yusami hanya menjanjikan akan memberikan segera. Hingga pada hari Minggu, 17 November lalu, saya menanyakan melalui pesan WhatsApp terkait janji AKBP Haji Yusami yang katanya akan mengirimkan SP2HP-nya segera,” ungkap tokoh pers nasional itu kepada media ini, Minggu, 24 November 2024.

Yang bersangkutan (Haji Yusami – red) membalas pesan Wilson Lalengke dengan mengatakan bahwa: ‘Sudah dikirimkan oleh anggota surat pemberitahuan dumasnya.’

“Sayapun langsung bertanya ‘Kapan dikirimkan? Belum tiba di alamat hingga saat ini. Semoga dalam 1-2 hari ini sudah sampai di sini yaa, terima kasih sebelumnya.’ Saya berusaha berkomuniasi dengan selembut mungkin walau hati saya sedang jengkel karena janji-janji yang tidak dipenuhi,” tambah Wilson Lalengke.

Atas pertanyaan tersebut, AKBP Haji Yusami langsung merespon dengan menjawab, ‘Hari Jumat (15 November 2024 – red) jika tidak salah. Ditunggu saja.’

Namun, ditunggu hingga hari Jumat berikutnya, tanggal 22 November 2024, yang berarti sudah seminggu berlalu dari hari pengiriman surat tersebut, belum ada surat pemberitahuan dumas sebagaimana dijanjikan oleh polisi level perwira menengah itu ke alamat Wilson Lalengke. “Padahal jarak antara Mabes Polri di Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan rumah saya di Jl. Anggrek Cenderawasih X, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, hanya 15 menit berkendara roda dua,” terangnya dengan nada kesal.

Fakta ini, kata Wilson Lalengke lagi, menunjukkan sikap dan perilaku buruk dari anggota Polri bernama Haji Yusami itu yang menyepelehkan dirinya sebagai rakyat. “Dia juga jelas-jelas melecehkan saya sebagai pelapor dan penyelamat uang rakyat, dia sebagai pelayan rakyat memandang remeh masyarakat seperti saya, yang tentu saja terjadi juga terhadap warga lainnya. Dia tidak sadar diri bahwa hidupnya dibiayai oleh rakyat, namun tidak mampu memberikan pelayanan yang baik kepada rakyat dan menghargai masyarakat,” tegasnya sambil menambahkan bahwa lebih buruk lagi, yang bersangkutan terbiasa berbohong, tidak amanah, mudah berjanji tapi ingkar, yang tidak semestinya menjadi sifat dan karakter seorang polisi yang bergelar Haji dan penceramah agama di berbagai kesempatan, termasuk di masjid-masjid.

Pada intinya, masih menurut wartawan senior tersebut, pihaknya merasa dirugikan atas janji-janji yang bersangkutan yang tidak pernah ditepati untuk memberikan informasi perkembangan penanganan pengaduannya terkait dugaan korupsi dan/atau penggelapan dana rakyat, dana hibah BUMN, yang dikorupsi pihak-pihak tertentu. “Saya merasa dilecehkan, dihinakan, disepelehkan, dipandang tidak penting dan boleh diacuhkan begitu saja oleh polisi yang adalah pelayan rakyat, aparat negara yang celana dalamnya saja dibelikan oleh rakyat,” ujar Wilson Lalengke.

Kesal di-PHP (pemberi harapan palsu – red) terus-terusan, alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini melayangkan laporan pengaduan masyarakat ke Kepala Divisi Propam Polri. Lapdumas tersebut telah diterima petugas Divpropam Polri, Hendra Safrianto Hutabarat, NRP 833091030, dengan bukti Surat Penerimaan Pengaduan Propam Nomor: SPSP2/005681/XI/2024/BAGYANDUAN, tertanggal 22 November 2024.

“Saya berharap Kapolri konsisten dengan ucapannya akan memproses setiap anggotanya yang tidak becus bekerja. Bahkan Presiden Prabowo sudah menginstruksikan agar para pejabat dan aparat yang tidak mampu bekerja melayani rakyat segera dirumahkan saja, masih banyak anak-anak bangsa ini yang mau bekerja dengan benar dan profesional,” jelas Wilson Lalengke sambil berharap Lapdumas Propam yang dilanyangkannya menjadi perhatian dan diproses sebagaimana mestinya agar jajaran anggota Polri tidak terbiasa berbohong dan ingkar janji, serta menghargai setiap anggota masyarakat yang adalah warga negara pembayar pajak untuk menggaji para polisi di negeri ini. (APL/Red)