Posted on Leave a comment

14 Orang Mengaku dari Dirjen Pajak, Pimpinan Media Exclusive News dipaksa Mengklik Link

Beberapa pelaku OTK yang mengaku dari Dirjen Pajak Pusat
Beberapa pelaku OTK yang mengaku dari Dirjen Pajak Pusat

Sanggau, Exclusive News- Pimpinan Umum Media Exclusive News, Tomi, S.Pd.,M.E., dihubungi oleh 14 orang tak dikenal (OTK) yang mengaku dari Team Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) pusat Jakarta. Ke-14 orang tersebut memaksa Pimpinan Umum Media itu untuk mengklik Link yang mereka kirimkan ke Email dan WAnya. Kejadian itu berlangsung sejak awal Januari hingga April 2025 ini.

“Hingga 9 April 2025 ini Sudah ada 14 orang yang mengaku-ngaku dari Team Direktorat Jenderal Pajak pusat Jakarta yang menghubungi saya, kemudian memaksa untuk mengklik Link yang mereka kirimkan ke Email dan WA saya,” celoteh Tomi, yang juga sebagai Pimpinan Umum Majalah Dekade.

Kronologis kejadiannya yaitu pada awal Januari, Tomi ditelpon oleh seseorang yang mengaku dari Dirjen Pajak pusat Jakarta yang mengatakan bahwa terdapat kesalahan data Pajaknya. Dan ia telah mengirim pemberitahuannya melalui Email.

Tentunya Tomi menjadi sangat heran, karena baru beberapa hari sebelumnya ia telah mengurus dan menyelesaikan laporan Pajaknya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sanggau. Dan Email yang ia terima malah Email apresiasi dari Dirjen Pajak karena telah memenuhi kewajiban perpajakan.

“Saya jelaskan ke orang yang menelpon itu, Email apa yaa Pak? Dan data apa? Karena dua hari yang lalu saya sudah menyelesaikan laporan pajak tahunan saya di KPP Pratama Sanggau. Dan telah menerima notifikasi Email apresiasi dari Dirjen Pajak karena telah memenuhi kewajiban perpajakan,” kata Tomi.

Meski telah dijelaskan bahwa ia telah menyelesaikan laporan kewajiban perpajakannya di KPP Pratama Sanggau, dan tidak ada menerima Email lain selain Email apresiasi dari Dirjen Pajak itu karena telah memenuhi kewajiban perpajakannya, namun orang tersebut tetap ngotot agar Tomi segera mengklik Link yang ia kirimkan ke Email dan WAnya. Karena katanya telah lama ia mengirim pemberitahuannya ke Emailnya itu namun tidak diresponnya.

Setelah marah-marah lewat telpon, orang itu pun menutup telponnya. Dan beberapa saat kemudian masuk pesan ke WAnya berisi data-datanya dan sebuah Link.

Tomi pun tidak menggubris pesan yang masuk ke WAnya itu. Karena semua data perpajakan yang dikirim oleh orang tersebut tidak sesuai. Hanya nama dan nomor telponnya saja yang sesuai.

Beberapa saat berikutnya, orang itu menelpon lagi. Dan kembali marah-marah karena saya belum juga mengklik Link yang ia kirimkan.

Kepada orang itu Tomi memberitahukan bahwa data-data yang ia kirim itu banyak tidak sesuai, hanya nama dan nomor telpon saja yang sesuai.

“Data-data yang Bapak kirim itu banyak tidak sesuai, Pak. Nama Emailnya juga salah. Hanya nama dan nomor telpon saja yang benar,” kata Tomi pada orang itu.

Mendengar perkataan Tomi itu, dengan nada tinggi orang itu berkata agar Tomi segera memperbaiki data-data yang salah itu melalui Link yang telah ia kirimkan.

“Makanya segera kamu rubah data-data itu melalui Link yang sudah saya kirimkan…!!!,” kata orang itu dengan suara tinggi.

Tomi pun menjawab agar orang itu mengirimkannya ke KPP Pratama Sanggau, nanti ia akan segera kesana dan merubah data-data itu disana.

Selain itu Tomi juga menjelaskan bahwa bukan tugas orang itu yang berhubungan langsung dengan Wajib Pajak di daerah. Karena sudah ada KPP Pratama Sanggau. Dan semestinya petugas dari KPP Pratama Sanggau yang menghubunginya, bukan petugas dari Dirjen Pajak Pusat Jakarta.

“Bapak kirim ke KPP Pratama Sanggau saja, Pak. Nanti saya segera kesana merubah data-datanya. Selain itu, kok jauh amat Bapak dari pusat yang menghubungi saya di daerah, bukan petugas dari KPP Pratama Sanggau. Sedangkan saya punya nomor kontak petugas KPP Pratama Sanggau,” kata Tomi pada orang itu.

Mendengar jawaban dari Tomi itu, orang tersebut makin marah dan mengancam jika ia tidak segera mengklik Link itu maka Tomi akan mendapat sanksi denda hingga 60 persen dan akun perpajakannya akan dihapus oleh Dirjen Pajak.

Namun kembali Tomi menegaskan agar orang itu mengirimkan Link itu ke KPP Pratama Sanggau dan ia akan menemui petugasnya disana. Dan tanpa berkata apa-apa lagi, orang itu menutup telponnya begitu saja.

Menurut Tomi bahwa tahun 2025 ini adalah tahun kelima ia setiap tahunnya selalu ditelpon oleh orang-orang yang mengaku dari Dirjen Pajak pusat Jakarta. Namun dari tahun 2021 hingga 2024, hanya sebanyak 3 hingga 7 orang saja yang menelponnya. Di tahun 2025 ini yang begitu banyak, hingga 14 orang yang menelponnya.

“Sejak tahun 2021, saya selalu ditelpon orang-orang yang mengaku dari Dirjen Pajak pusat. Hingga tahun 2024, jumlah orang-orang yang menelpon itu antara 3 hingga 7 orang. Di tahun 2025 ini yang begitu banyak. Per 9 April 2025 ini sudah ada 14 orang yang menelponnya,” tutur Tomi.

Rutin Melaporkan Pajak

Karena rutin melaporkan perpajakannya di KPP Pratama Sanggau setiap tahunnya, Tomi pun tidak menggubris orang-orang yang menelponnya mengaku-ngaku dari Team Dirjen Pajak Pusat.

Dari petugas KPP Pratama Sanggau juga telah berpesan agar ia tidak malayani telpon orang-orang yang mengatasnamakan Dirjen Pajak. Karena jika ada sesuatu yang berhubungan dengan perpajakannya, maka petugas dari KPP Pratama Sanggau yang akan menghubunginya.

Modus ke-14 orang yang mengaku dari Dirjen Pajak Pusat itu agar mengklik Link yang mereka kirimkan mulai dari kesalahan data, kekurangan pembayaran pajak, bantuan dana untuk usaha kecil di daerah, hingga kelebihan pembayaran pajak sebesar 30 persen.

Bahkan salah seorang pelaku itu menelpon jika ia telah kelebihan membayar pajak sebesar 140-an juta. Tentu itu bohong, karena ia tidak memiliki omset yang mampu membayar pajak hingga 140-an juta.

“Dalam beberapa bulan di tahun 2025 ini, 14 orang itu menelpon agar saya mengklik Link yang mereka kirimkan dengan mengatakan terdapat kesalahan data pajak, kekurangan pembayaran pajak, bantuan dana untuk usaha kecil di daerah, hingga kelebihan pembayaran pajak yang nominalnya mencapai 30 persen. Bahkan mengatakan juga kalau saya telah kelebihan membayar pajak mencapai 140-an juta. Dan yang ini sangat mengada-ada, karena saya tidak memiliki omset yang sanggup membayar pajak hingga 140-an juta,” ucap Tomi sambil tertawa. (Red)

Baca juga :

Dasawarsa Courant Pre-Launching Buku Goesti Soeloeng Lelanang

Posted on 2 Comments

Dasawarsa Courant Pre-Launching Buku Goesti Soeloeng Lelanang

Tomi, S.Pd.,M.E., penulis buku Goesti Soeloeng Lelanang menyampaikan materinya di acara Pre-Launching, pada Sabtu, 1 Maret 2025
Tomi, S.Pd.,M.E., penulis buku Goesti Soeloeng Lelanang menyampaikan materinya di acara Pre-Launching, pada Sabtu, 1 Maret 2025

 

Kubu Raya, Dasawarsa Courant – Dalam rangka peluncuran buku Goesti Soeloeng Lelanang yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April 2025, Media Dasawarsa Courant berkerjasama dengan CV. Tom’S Book Publishing menggelar Pre-Launching di kantor Redaksi Dasawarsa Courant di Komplek Mega Griya, Jalan Raya Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu, 1 Maret 2025, pukul 16.00 – 18.00, diikuti oleh pegiat Kolektor Media Lawas (Komal) dari berbagai daerah.

Goesti Soeloeng Lelanang merupakan pejuang Kalimantan Barat berasal dari daerah Ngabang. Gusti Sulung Lelanang merupakan salah seorang yang diasingkan ke Boven Digoel karena keberaniannya melawan penjajah Hindia Belanda. Sehingga untuk mengingat perjuangannya didirikanlah monumen “Tugu Digulis”. Tugu berbentuk bambu runcing yang berjumlah 11 buah menandakan bahwa ada 11 pejuang dari Kalimantan Barat yang pernah diasingkan ke Boven Digoel.

Goesti Soeloeng Lelanang memiliki kekerabatan dengan Kerajaan Landak dari ayahnya, Pangeran Laksamana Gusti Mahmud. Sebagai keturunan bangsawan, ia dapat mengenyam pendidikan di Hollandsche Indische School (HIS) Jatinegara, Batavia. Sekolah yang menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantar itu setara dengan Sekolah Dasar yang dapat ditempuh 6-7 tahun.

Perjuangan Gusti Sulung Lelanang berakhir ketika Jepang masuk ke Kalimantan Barat. Semua sekolah yang pernah ia rintis ditutup kecuali beberapa sekolah yang menurut Jepang boleh tetap beroperasi. Akhir hayat Gusti Sulung Lelanang terungkap pada pemberitaan Koran Borneo Shinbun 28 Juni 1944, ia bersama ribuan kaum cendikiawan di Kalimantan Barat ini dibunuh oleh Jepang.

Pada acara Pre-Launching tersebut, Tomi, S.Pd.,M.E., sebagai penulis buku Goesti Soeloeng Lelanang menyampaikan dalam paparan materinya, bahwa buku Goesti Soeloeng Lelanang ini banyak memberikan informasi tentang kondisi dan situasi Kalimantan Barat pada masa kolonial Belanda, khususnya sejarah lahirnya pers di Kalimantan Barat.

“Buku ini mengulas tentang permulaan lahirnya pers di Kalimantan Barat. Selain itu juga terdapat beberapa tulisan Goesti Soeloeng Lelanang tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, yang bisa menjadi rujukan untuk penulisan sejarah”, demikian Tomi menjelaskan.

Acara Pre-Launching yang bertepatan dengan hari pertama puasa Ramadhan tahun 2025 itu, dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama dan Sholat Maghrib berjamaah. Setelah itu dilanjutkan diskusi tentang rencana peluncuran buku Goesti Soeloeng Lelanang bulan depan. Kemudian ditutup dengan sholat Isya dan Tarawih berjamaah.

Diakhir acara, Tomi yang ditemui media ini menyampaikan harapannya agar dengan terbitnya buku Goesti Soeloeng Lelanang ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pegiat sejarah tentang Kalimantan Barat. Karena cukup banyak tulisan-tulisan yang di publikasikan pada masa itu yang menjelaskan tentang sejarah di Kalimantan Barat.

“Saya berharap, buku Goesti Soeloeng Lelanang ini bisa menjadi salah satu referensi bagi pegiat dan penulis sejarah dalam menulis sejarah tentang Kalimantan Barat. Khususnya tentang sejarah hubungan kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat. Begitu juga buku Haji Rais Abdoerracman yang telah siap untuk di Launching, yang sebelumnya telah direncanakan untuk di Launching bulan Januari 2025 lalu, tetapi terkendala karena pihak penerbitnya mendahulukan persiapan Launching media Exclusive News. Semoga saja bulan April nanti kedua buku tersebut bisa di Launching secara bersamaan”, ujar Tomi. (Red)

Posted on Leave a comment

Ngopi Bareng Bersama Ketua Panitia Paguyuban Pasundan dan Artis Dangdut Pantura, Jamilah

Sanggau, Exclusive News – Ketua Panitia Dadan di dampingi Sekretaris Paguyuban Pasundan kang Asep Serta Anggota lainnya. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan ini. 

Saya, selaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Paguyuban Pasundan, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah hadir di sini. Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih kepada Mbak Jamilah, artis dangdut Pantura yang telah dengan senang hati meluangkan waktu untuk bergabung bersama kami selepas memeriahkan acara dangdut pada Pentas Seni Festival Budaya Pasundan Meungkeut Kadeudeuh ke-5 tahun. Kehadiran Mbak Jamilah tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memberikan semangat dan warna tersendiri bagi acara kami. 

Momen santai seperti ini, ngopi bersama di salah satu warung kopi sederhana di Kabupaten Sanggau, menjadi pengingat bagi kita tentang pentingnya kebersamaan. Selain mempererat silaturahmi, acara ini juga menjadi ajang untuk berbagi cerita, pengalaman, dan kebahagiaan. Semoga kebersamaan ini memberikan manfaat, inspirasi, dan memperkokoh ikatan budaya Pasundan yang kita banggakan.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua. (Red)

Posted on 1 Comment

Pimpinan Exclusive News Menjadi Narasumber dalam Sidang Penetapan Cagar Budaya Kabupaten Sanggau Tahun 2024

Sanggau, Tom’S Book – Pimpinan Exclusive News dan Majalah Dekade, Tomi, S.Pd.,M.E., menjadi Narasumber dalam Sidang Penetapan tiga objek yang diduga sebagai cagar budaya yaitu Mes Bungur/Mes Pemda Kabupaten Sanggau, Batu Sampai dan Makam Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara, untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Sanggau Tahun 2024. Sidang ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Desember 2024, pukul 08.30 – 17.00 wib, bertempat di Aula Hotel Emerald Sanggau, diikuti beberapa Organisasi Perangkat Daerah, Tokoh Masyarakat sekaligus sebagai Narasumber sejarah dan budaya serta Juru Pelihara cagar budaya.

Sidang penetapan cagar budaya ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada kepala daerah untuk menerbitkan surat keputusan penetapan cagar budaya. Sidang ini dilakukan berdasarkan amanah Pasal 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sebelumnya telah dilaksanakan pendataan ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) pada tiga objek yang diduga sebagai cagar budaya yaitu Mess Pemda Sanggau, Batu Sampai Sanggau dan Makam Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara.

Sidang ini dibuka pada pukul 08.30 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, dan dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sanggau, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau, Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sanggau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sanggau, Dinas Perumahan Cipta Karya dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Kabag Umum Setda Kabupaten Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Rivai Napis, Tomi, S.Pd.,M.E., Juru Pelihara Mes Bungur/Mes Pemda Kabupaten Sanggau, Juru Pelihara Batu Sampai dan Juru Pelihara Makam Panembahan H. Sulaiman.

Sidang ini ditutup pada pukul 17.00, oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Dan berdasarkan penjelasan dari tiga Narasumber yaitu Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Rivai Napis, dan Tomi, S.Pd.,M.E., maka keputusan sidang dihasilkan tiga rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang terdiri dari lima orang kepada Kepala Daerah Kabupaten Sanggau untuk menerbitkan surat keputusan penetapan cagar budaya pada tiga objek yaitu Mes Pemda Kabupaten Sanggau, Batu Sampai dan Makam Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara. (Red)

Posted on Leave a comment

Darwis-Rizal Pastikan Menangi Pilkada Bengkayang 2024 : Gelar Deklarasi Kemenangan dan Syukuran

Tom’S Book, Bengkayang – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang nomor Urut 2.Sebastianus Darwis, S.E,M.M – Drs.H.Syamsul Rizal memastikan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bengkayang yang digelar serentak Rabu 27 November 2024 Lalu.

Atas kemenangan itu, Pasangan Darwis-Rizal melaksanakan Konferensi Pers sekaligus deklarasi kemenangan dan Syukuran bertempat di kediamannya Jalan Sekayok Kelurahan Sebalo Kecamatan Bengkayang, Senin (2/12/2024)

“Kami terus berkomitmen untuk membangun Bengkayang tanpa membedakan yang Mantap dan Gemilang,” tutur Sebastianus Darwis dihadapan puluhan wartawan, tim sukses, Para Ketua Partai Politik dan massa pendukungnya serta relawan Pemenangan. 

Paslon Darwis-Rizal pada pilkada  ini unggul melawan kotak kosong pada Pilkada 27 November 2024. Dari hasil kemenangan tersebut diketahui berdasarkan data sementara Paslon nomor urut 2 ini memperoleh suara sebanyak 77.511 suara atau sebanyak 71,14 persen. Sedang kotak kosong hanya memperoleh 31.450 suara. 

Sebastianus Darwis menyatakan, perolehan suara tersebut direkap oleh tim internal SDR bersama seluruh tim sukses. 

“Hari ini kita gelar deklarasi kemenangan  Paslon 2 Darwis-Rizal. Deklarasi dan syukuran ini bentuk rasa syukur kita atas kemenangan dan hasil kerja keras kita semua, tim pemenangan, partai politik relawan dan simpatisan,” kata Darwis. 

Darwis juga menyatakan, kemenangan yang dideklarasikan hari ini karena berdasarkan pleno kecamatan yang sudah rampung pada 30 November kemarin. 

Dirinya juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan di Bengkayang sesuai dengan visi misi Darwis-Rizal untuk lima tahun kedepan. Fokusnya mencakup infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi, serta sektor lainnya seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

“Kita akan tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, air bersih, sarana  telekomunikasi dan listrik sehingga masyarakat dapat sejahtera. Dengan jalan yang bagus masyarakat bisa membawa hasil pertanian dengan mudah, dan akses lainnya akan mengikuti,” kata Darwis. 

Selain itu Darwis yang didampingi Wakilnya Syamsul Rizal serta Ny.Anita Darwis dan Ny.Yuliati Syamsul Rizal juga berkomitmen untuk mengembangkan disektor perikanan, perkebunan, dan pertanian. Mengingat, potensi dari masing-masing sektor tersebut sangatlah tinggi. Kemudian pengembangan pariwisata dan juga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,” tegasnya. 

“Termasuk listrik dan jaringan telekomunikasi. Ini akan menjadi prioritas kita supaya dari infrastruktur dasar sudah terpenuhi maka akan kemajuan daerah mengikuti,” tambahnya. 

Darwis menargetkan semua desa sudah berlistrik dan jaringan telekomunikasi serta wujudkan semua desa mandiri di Bengkayang. 

Pada kesempatan itu juga Darwis menyatakan, mendukung penuh program ketahanan pangan nasional dari Pemerintah Pusat di masa Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Untuk itu nantinya Pemda akan memetakan wilayah-wilayah potensial hasil pertanian dan juga perikanan. 

“Kabupaten Bengkayang merupakan daerah yang subur anugrah dan hadiah dari Tuhan, jadi wajib kita kembangkan sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. 

Darwis berharap, dengan amanah yang diberikan masyarakat Bengkayang padanya ini mampu di emban dan membawa Bengkayang yang maju dan gemilang.

“Kedepan di Lima tahun yang akan datang , kami Darwis-Rizal berkomitmen untuk mewujudkan SDM Mantap Bengkayang Gemilang 2025-2030.” pungkasnya.

Penulis : Kurnadi