Sanggau, Exclusive News – Ketua Panitia Dadan di dampingi Sekretaris Paguyuban Pasundan kang Asep Serta Anggota lainnya. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan ini.
Saya, selaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Paguyuban Pasundan, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah hadir di sini. Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih kepada Mbak Jamilah, artis dangdut Pantura yang telah dengan senang hati meluangkan waktu untuk bergabung bersama kami selepas memeriahkan acara dangdut pada Pentas Seni Festival Budaya Pasundan Meungkeut Kadeudeuh ke-5 tahun. Kehadiran Mbak Jamilah tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memberikan semangat dan warna tersendiri bagi acara kami.
Momen santai seperti ini, ngopi bersama di salah satu warung kopi sederhana di Kabupaten Sanggau, menjadi pengingat bagi kita tentang pentingnya kebersamaan. Selain mempererat silaturahmi, acara ini juga menjadi ajang untuk berbagi cerita, pengalaman, dan kebahagiaan. Semoga kebersamaan ini memberikan manfaat, inspirasi, dan memperkokoh ikatan budaya Pasundan yang kita banggakan.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua. (Red)
Sanggau, Tom’S Book – Pimpinan Exclusive News dan Majalah Dekade, Tomi, S.Pd.,M.E., menjadi Narasumber dalam Sidang Penetapan tiga objek yang diduga sebagai cagar budaya yaitu Mes Bungur/Mes Pemda Kabupaten Sanggau, Batu Sampai dan Makam Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara, untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Sanggau Tahun 2024. Sidang ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Desember 2024, pukul 08.30 – 17.00 wib, bertempat di Aula Hotel Emerald Sanggau, diikuti beberapa Organisasi Perangkat Daerah, Tokoh Masyarakat sekaligus sebagai Narasumber sejarah dan budaya serta Juru Pelihara cagar budaya.
Sidang penetapan cagar budaya ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada kepala daerah untuk menerbitkan surat keputusan penetapan cagar budaya. Sidang ini dilakukan berdasarkan amanah Pasal 44 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sebelumnya telah dilaksanakan pendataan ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) pada tiga objek yang diduga sebagai cagar budaya yaitu Mess Pemda Sanggau, Batu Sampai Sanggau dan Makam Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara.
Sidang ini dibuka pada pukul 08.30 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, dan dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sanggau, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sanggau, Dinas Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sanggau, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sanggau, Dinas Perumahan Cipta Karya dan Pertanahan Kabupaten Sanggau, Kabag Umum Setda Kabupaten Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Rivai Napis, Tomi, S.Pd.,M.E., Juru Pelihara Mes Bungur/Mes Pemda Kabupaten Sanggau, Juru Pelihara Batu Sampai dan Juru Pelihara Makam Panembahan H. Sulaiman.
Sidang ini ditutup pada pukul 17.00, oleh Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Dan berdasarkan penjelasan dari tiga Narasumber yaitu Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Rivai Napis, dan Tomi, S.Pd.,M.E., maka keputusan sidang dihasilkan tiga rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang terdiri dari lima orang kepada Kepala Daerah Kabupaten Sanggau untuk menerbitkan surat keputusan penetapan cagar budaya pada tiga objek yaitu Mes Pemda Kabupaten Sanggau, Batu Sampai dan Makam Panembahan Haji Sulaiman Paku Negara. (Red)
Tom’S Book, Bengkayang – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkayang nomor Urut 2.Sebastianus Darwis, S.E,M.M – Drs.H.Syamsul Rizal memastikan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bengkayang yang digelar serentak Rabu 27 November 2024 Lalu.
Atas kemenangan itu, Pasangan Darwis-Rizal melaksanakan Konferensi Pers sekaligus deklarasi kemenangan dan Syukuran bertempat di kediamannya Jalan Sekayok Kelurahan Sebalo Kecamatan Bengkayang, Senin (2/12/2024)
“Kami terus berkomitmen untuk membangun Bengkayang tanpa membedakan yang Mantap dan Gemilang,” tutur Sebastianus Darwis dihadapan puluhan wartawan, tim sukses, Para Ketua Partai Politik dan massa pendukungnya serta relawan Pemenangan.
Paslon Darwis-Rizal pada pilkada ini unggul melawan kotak kosong pada Pilkada 27 November 2024. Dari hasil kemenangan tersebut diketahui berdasarkan data sementara Paslon nomor urut 2 ini memperoleh suara sebanyak 77.511 suara atau sebanyak 71,14 persen. Sedang kotak kosong hanya memperoleh 31.450 suara.
Sebastianus Darwis menyatakan, perolehan suara tersebut direkap oleh tim internal SDR bersama seluruh tim sukses.
“Hari ini kita gelar deklarasi kemenangan Paslon 2 Darwis-Rizal. Deklarasi dan syukuran ini bentuk rasa syukur kita atas kemenangan dan hasil kerja keras kita semua, tim pemenangan, partai politik relawan dan simpatisan,” kata Darwis.
Darwis juga menyatakan, kemenangan yang dideklarasikan hari ini karena berdasarkan pleno kecamatan yang sudah rampung pada 30 November kemarin.
Dirinya juga berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan di Bengkayang sesuai dengan visi misi Darwis-Rizal untuk lima tahun kedepan. Fokusnya mencakup infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi, serta sektor lainnya seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
“Kita akan tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, air bersih, sarana telekomunikasi dan listrik sehingga masyarakat dapat sejahtera. Dengan jalan yang bagus masyarakat bisa membawa hasil pertanian dengan mudah, dan akses lainnya akan mengikuti,” kata Darwis.
Selain itu Darwis yang didampingi Wakilnya Syamsul Rizal serta Ny.Anita Darwis dan Ny.Yuliati Syamsul Rizal juga berkomitmen untuk mengembangkan disektor perikanan, perkebunan, dan pertanian. Mengingat, potensi dari masing-masing sektor tersebut sangatlah tinggi. Kemudian pengembangan pariwisata dan juga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.
“Termasuk listrik dan jaringan telekomunikasi. Ini akan menjadi prioritas kita supaya dari infrastruktur dasar sudah terpenuhi maka akan kemajuan daerah mengikuti,” tambahnya.
Darwis menargetkan semua desa sudah berlistrik dan jaringan telekomunikasi serta wujudkan semua desa mandiri di Bengkayang.
Pada kesempatan itu juga Darwis menyatakan, mendukung penuh program ketahanan pangan nasional dari Pemerintah Pusat di masa Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Untuk itu nantinya Pemda akan memetakan wilayah-wilayah potensial hasil pertanian dan juga perikanan.
“Kabupaten Bengkayang merupakan daerah yang subur anugrah dan hadiah dari Tuhan, jadi wajib kita kembangkan sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Darwis berharap, dengan amanah yang diberikan masyarakat Bengkayang padanya ini mampu di emban dan membawa Bengkayang yang maju dan gemilang.
“Kedepan di Lima tahun yang akan datang , kami Darwis-Rizal berkomitmen untuk mewujudkan SDM Mantap Bengkayang Gemilang 2025-2030.” pungkasnya.
SANGGAU – Pj Bupati Sanggau, Suherman, S.H., M.H., menghadiri dan mengukuhkan Pengurus DPD Kerukunan Masyarakat Batak KERABAT Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat untuk periode 2024-2027, bertempat di aula Hotel Harvey, Sabtu (30/11/2024).
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus yang baru saja dilantik, dengan harapan agar organisasi ini dapat terus berkembang dan berperan aktif dalam mendukung pengembangan kebudayaan di Kabupaten Sanggau, khususnya bagi masyarakat Batak yang ada di daerah ini.
Selamat dan sukses kepada Pengurus DPD Kerukunan Masyarakat Batak KERABAT Kabupaten Sanggau. Semoga Kerabat Sanggau dapat menjadi mitra pemerintah dalam melestarikan dan mengembangkan, kebudayaan, serta mempererat hubungan antar suku di Sanggau, khususnya masyarakat Batak yang terdiri dari lima sub suku Batak, yaitu Batak Karo, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak, dan Batak Mandailing/Angkola,” ujar Suherman dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan pentingnya menjaga keberagaman budaya Indonesia, yang menjadi kekayaan yang luar biasa bagi bangsa ini. Indonesia memiliki suku, adat, dan budaya yang sangat beragam.
“Kita sebagai anak bangsa harus bangga akan keberagaman tersebut, karena setiap keberagaman mengandung kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai positif, serta potensi besar untuk memajukan Indonesia secara ekonomi maupun budaya,” ingatnya.
Suherman memberikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus Kerabat Sanggau atas upayanya dalam melestarikan adat dan budaya Batak di Kabupaten Sanggau.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada pengurus Kerabat Sanggau yang telah melestarikan keragaman adat dan budaya masyarakat Batak. Ini tentu menambah kekayaan budaya kita, khususnya di Sanggau,” katanya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan Kerabat Sanggau dapat terus mengembangkan peranannya dalam menjaga kebudayaan Batak, membangun komunikasi antar suku, dan mendukung visi Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk menjadikan daerah ini lebih maju, dan berbudaya.
Dekade-Kubu Raya, Kalimantan Barat – Sejumlah nahkoda dan pemilik kapal nelayan menghadiri kegiatan Diseminasi Sistem Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat dan UPT Pelabuhan Perikanan Pontianak. Dalam forum ini, para nahkoda menyampaikan keluhan mereka terkait tingginya retribusi tambat labuh kapal perikanan, khususnya selama masa tidak melaut akibat kondisi cuaca buruk.
Nasir Sumito, seorang nahkoda yang mewakili para nelayan, mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, hasil tangkapan ikan menurun drastis akibat cuaca yang tidak mendukung. Hal ini tidak hanya memengaruhi pendapatan nelayan, tetapi juga menyulitkan mereka untuk memenuhi kewajiban pembayaran retribusi tambat labuh di pelabuhan.
“Kami berharap ada keringanan retribusi selama tiga bulan, dari Desember 2024 hingga Maret 2025, mengingat kondisi cuaca buruk yang membuat kami tidak dapat melaut. Jika tidak ada kebijakan yang membantu, kami khawatir usaha perikanan akan semakin terpuruk,” ujar Nasir kepada wartawan.
Permintaan keringanan ini didasarkan pada beban operasional yang terus meningkat, seperti perawatan kapal dan biaya tambat, yang tidak sebanding dengan pendapatan saat ini. Para nelayan berharap pemerintah dapat memahami situasi sulit yang mereka hadapi.
Namun, hingga berita ini ditulis, pihak UPT Pelabuhan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat belum memberikan tanggapan resmi. Kepala UPT sedang berada di luar kota sehingga permintaan para nelayan belum dapat ditindaklanjuti.
Para nelayan mendesak DKP Provinsi Kalimantan Barat untuk segera merespons aspirasi ini. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada modernisasi infrastruktur pelabuhan, tetapi juga memastikan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan nelayan kecil, terutama saat menghadapi tantangan cuaca ekstrem.