Posted on Leave a comment

Terkait Dugaan Pungli di Sekolah, PPWI Inhil Soroti Sikap Kadisdik dan Pemkab Inhil yang Memble

Dekade-Inhil – Tim DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan tanggapan atas bantahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil terkait dugaan “tutup mata” Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) terhadap isu pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kadis Kominfops), Trio Beni, menjadi sorotan utama tim PPWI.

Ketua PPWI Inhil, Mely, mempertanyakan alasan Kadisdik tidak memberikan tanggapan langsung terkait isu di bidangnya. “Kalau urusan Kominfo, wajar Trio Beni yang berbicara karena itu tugasnya. Tapi ini masalah pendidikan, kenapa Kadisdik diam dan justru diwakili oleh Kadis lain? Apa sebenarnya fungsi Kadisdik di Inhil ini, dan siapa sebenarnya Trio Beni ini mengapa harus semudah itu dia yang angkat bicara?” ketus Mely dengan nada tanya.

PPWI Inhil juga mengkritisi surat edaran yang disebut-sebut telah diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Inhil. Hingga laporan PPWI kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ditayangkan, tim PPWI mengaku tidak menerima informasi terkait surat tersebut. Selain itu, saat konfirmasi ke Kabid SMP, pihak terkait justru tidak merespons dan bahkan memblokir nomor kontak pengurus PPWI.

Yang lebih membingungkan, menurut Mely, surat edaran Kadisdik yang berisi larangan pungli di sekolah-sekolah baru diterima oleh PPWI pada sore hari setelah Pj Bupati Inhil, Erisman Yahya, dilaporkan ke Kemendagri. Namun, tanggal surat edaran tersebut dibuat mundur sebulan dari waktu penerimaan. “Kalau memang surat edaran itu sudah ada, kenapa tidak diberikan sejak awal atau dipublikasikan agar masyarakat tahu isinya? Apa yang sebenarnya direncanakan hingga surat ini terkesan dirahasiakan?” ungkap Mely dengan nada kecewa.

Bukan hanya itu, saat di konfirmasi ke Pj Bupati, Erisman Yahya sendiri mengatakan sangat disayangkan, mengapa tidak satu pun media yang mempublikasikan tegurannya ke bawahannya itu. Bahkan media yang dikelola pemda pun tidak memberitakan adanya teguran tersebut. Ini menjadi pertanyaan besar, apakah ada upaya untuk menutup-nutupi persoalan ini.

PPWI Inhil Menuntut Transparansi

Melalui berita ini, PPWI Inhil meminta Pemkab Inhil, khususnya Dinas Pendidikan, untuk bersikap transparan dan profesional dalam menangani isu-isu publik. PPWI juga mendesak agar surat edaran yang diterbitkan segera dipublikasikan secara luas agar masyarakat mengetahui langkah apa yang diambil untuk menangani kasus pungli di sekolah.

“Ini masalah kepercayaan publik. Jika instansi terkait terus bersikap tertutup, wajar jika muncul kecurigaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan, dan jangan bisanya hanya menyalahkan wartawan dan menilai wartawan tidak profesional dalam membuat berita,” tutup Mely.

Sementara itu, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, yang dimintai pendapatnya tentang ‘kekacauan birokrasi’ setelah Pj. Bupati Erisman Yahya dilaporkan ke Menteri Dalam Negeri, mengatakan bahwa salahs atu kebiasaan buruk pejabat adalah membohongi publik. “Para pejabat di Indragiri Hilir itu mencoba mengelabui publik dengan rangkaian kebohongan, tapi kedodoran. Malahan sebaliknya, lebih transparan terlihat kebungulan alias kedunguan para pejabat itu, mulai dari level Pj. Bupatinya, Dinas Kominfo, si Trio Beninya, hingga Kadis Pendidikan, dan seterusnya,” sebut alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini sambil menambahkan bahwa pemerintahan yang dikelola dengan kebohongan hanya akan melahirkan birokrasi yang buruk dan amburadul, yang akhirnya berujung pada pelayanan publik yang mengecewakan rakyat.

Transaparansi itu, tambah pria yang pernah bertugas sebagai guru PPKN di SMP Negeri Sapat, Inhil, periode 1990-1993 ini, semestinya dimulai dari dinas yang mengurusi komunikasi dan informasi. Dinas ini yang terkait langsung dengan UU Keterbukaan Informasi Publik dan bertugas untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah tersebut.

“Lah, Kadis Kominfo Inhil, Trio Beni, saja sangat tertutup, tidak bersedia memberikan informasi soal data media-media yang bekerja sama dengan dinas tersebut dalam pengelolaan informasi yang menggunakan uang rakyat. Bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan transparansi pemerintahan dari para pejabat otak bungul semacam itu? Capek deh!” sindir Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, menyikapi problematika pemerintahan di Inhil yang dinilainya memble dan bobrok tersebut. (TIM/Red)

Posted on Leave a comment

Kasatreskrim Polres Solok Selatan Tewas Ditembak Rekan Sesama Polisi

Dekade-SOLOK SELATAN – Kasatreskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar, tewas ditembak oleh rekannya, Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, di area parkir Polres Solok Selatan, Sumatra Barat, pada Jumat, 22 November 2024.

Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh ketidaksenangan pelaku terhadap tindakan korban yang menangkap pelaku tambang ilegal.

AKP Ryanto mengalami dua luka tembak di bagian kepala, yang mengakibatkan dirinya meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, menyatakan bahwa kasus ini sedang dalam penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian. 

“Kami memastikan semua langkah dilakukan sesuai prosedur untuk mengungkap fakta-fakta dalam insiden ini,” ujar Kombes Dwi.

Polda Sumatera Barat juga menegaskan komitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan profesional demi memberikan kejelasan kepada publik. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dilakukan, dan sejumlah saksi sedang diperiksa guna memperkuat proses penyelidikan.

Hingga kini, pihak berwenang terus berupaya mencari motif mendalam dari insiden ini serta memastikan keadilan ditegakkan dalam proses hukum.

Posted on Leave a comment

PPWI Inhil Menyoroti Sikap Kadisdik dan Pemkab Inhil Terkait Dugaan Pungli di Sekolah

Dekade-Inhil, 22 November 2024 – Tim DPC Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan tanggapan atas bantahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil terkait dugaan “tutup mata” Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) terhadap isu pungutan liar (pungli) di sekolah. Pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kadis Kominfops), Trio Beni, menjadi sorotan utama tim PPWI.

Ketua PPWI Inhil, Mely, mempertanyakan alasan Kadisdik tidak memberikan tanggapan langsung terkait isu di bidangnya. “Kalau urusan Kominfo, wajar Trio Beni yang berbicara, karena itu tugasnya. Tapi ini masalah Dinas Pendidikan, kenapa Kadisdik diam dan justru diwakili oleh Kadis lain? Apa sebenarnya fungsi Kadisdik di Inhil ini, dan siapa sebenarnya trio beni ini mengapa harus semua dia yang angkat bicara?” tegas Mely.

PPWI Inhil juga mengkritisi surat edaran yang disebut-sebut telah diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Inhil. Hingga laporan PPWI kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ditayangkan, tim PPWI mengaku tidak menerima informasi terkait surat tersebut. Selain itu, saat konfirmasi ke Kabid SMP, pihak terkait justru tidak merespons dan bahkan memblokir nomor kontak salah satu pengurus PPWI.

Yang lebih membingungkan, menurut Mely, surat edaran baru diterima oleh PPWI pada sore hari setelah laporan kepada Kemendagri disampaikan. Namun, tanggal pada surat tersebut jauh mundur dari waktu penerimaan. “Kalau memang surat edaran itu sudah ada, kenapa tidak diberikan sejak awal atau dipublikasikan agar masyarakat tahu isinya? Apa yang sebenarnya direncanakan hingga surat ini terkesan dirahasiakan?” ungkap Mely dengan nada kecewa.

Bukan hanya itu, saat di konfirmasi ke PJ bupati bpk Erisman Yahya sendiri mengatakan sangat  disayangkan  mengapa satu pun media tidak ada mempublikasi kan teguran nya bahkan media pemda pun  tidak ada memberitakan ada nya teguran tersebut, Ini menjadi pertanyaan besar, apakah ada upaya untuk menutup-nutupi persoalan ini.

PPWI Inhil Menuntut Transparansi.

Melalui berita ini, PPWI Inhil meminta Pemkab Inhil, khususnya Dinas Pendidikan, untuk bersikap transparan dan profesional dalam menangani isu-isu publik. PPWI juga mendesak agar surat edaran yang diterbitkan segera dipublikasikan secara luas agar masyarakat mengetahui langkah apa yang diambil untuk menangani kasus pungli di sekolah.

“Ini masalah kepercayaan publik. Jika instansi terkait terus bersikap tertutup, wajar jika muncul kecurigaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan,dan jangan bisa nya hanya menyalahkan wartawan dan menilai wartawan tidak profesional dalam membuat berita” tutup Mely.

“Para pejabat itu mencoba mengelabui publik dengan rangkaian kebohongan, tapi kedodoran. Malahan sebaliknya, lebih transparan terlihat kebungulan para pejabat Inhil itu, dari mulai Pj. Bupatinya, Dinas Kompinfo si Trio Beninya, hingga Kadis Pendidikan, dan seterusnya. Pemerintahan yang dikelola dengan kebohongan hanya akan melahirkan birokrasi yang buruk dan amburadul, dan akhirnya berujung pada pelayanan publik yang mengecewakan rakyat.

Transaparansi itu semestinya dimulai dari dinas yang mengurusi komunikasi dan informasi. “Lah, Kadis Kominfo Inhil, Trio Beni, saja sangat tertutup, tidak bersedia memberikan informasi soal data media-media yang bekerja sama dengan dinas tersebut dalam pengelolaa informasi yang menggunakan uang rakyat. Bagaimana mungkin kita bisa mengharapkan transparansi pemerintahan dari para pejabat otak bungul semacam itu? Capek deh!” sindir Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dari Jakarta menyikapi problematika pemerintahan di Inhil yang dinilainya sangat bobrok tersebut.

Posted on Leave a comment

Panglima TNI Gelar Open Tournament Karate 2024, Arasely Salsabela Mulven Raih Juara II

Dekade-Surabaya – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-79, Panglima TNI menggelar “Open Tournament Karate”, yang berlangsung di GOR Unesa Surabaya, 17-20 Oktober 2024 lalu. Dalam turnamen yang memiliki tingkat prestisius tinggi ini atlet karate asal Kota Trenggalek atas nama Arasely Salsabela Mulven meraih Juara II Kelas Kata Perorangan Pra Usia Dini Putri.

Arasely sapaan akrabnya merupakan putri pertama dari pasangan Agus Mulyono, S.H., M.H., M.AP., Anggota Polres Trenggalek dan Venny Eka Wardani, A.Md.Keb., yang berdomisili di RT.17/08, Desa Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Arasely sangat giat berlatih reguler ataupun mengikuti sistem pelatihan private di Dojo Kodim 0806/Trenggalek yang dilatih Senpai Jupri yang notabene Anggota TNI aktif di Kodim setempat dan tentu saja Senpai Ahmada Aufa Rofiqi yang mengkreasikan pola pelatihannya dalam koridor Training Center (TC).

Dalam kejuaraan kali ini, Dojo Kodim 0806/Trenggalek mengirimkan  41 atlet-atlet terbaiknya. Salah satunya atlet berbakat Arasely Salsabela Mulven yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 (satu) Sekolah Dasar Negeri 1 Sukowetan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Persaingan di level atas sangat ketat, bintang bintang karate Nasional ikut serta berkompetisi untuk mendapat gelar juara. “Alhamdulillah, wa syukurillah saya bangga putri kami mampu meraih Juara II Nasional dalam Open Tournament Karate. Semoga Arasely tetap semangat dan bisa meraih posisi puncak prestasi di event kejuaraan bergengsi lainnya di masa yang akan datang,” ujarnya.

Selain itu, Arasely juga pernah meraih prestasi mentereng lainnya di antaranya, Juara 1 Open Inkai Antar Pelajar Kelas Kata Perorangan Pra Usia Dini Putri Piala Kepala Dinas Pendidikan di Gor Juang 45 Nganjuk Jawa Timur dan Juara 3 open Kelas Kata Perorangan Pra Usia Dini Putri pada kejuaraan Internasional Open dan Festival Turnamen piala Kemenpora RI 2024 di Gor Among Rogo, DIY. (Red)

Posted on Leave a comment

BREAKING NEWS: Atas Perintah Raja Maroko, Putra Mahkota Moulay El Hassan Sambut Presiden Tiongkok di Casablanca

Dekade-Casablanca – Raja Maroko, Yang Mulia King Mohammed VI, memerintahkan putranya, Yang Mulia Putra Mahkota Moulay El Hassan menyambut dan menerima Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Yang Mulia Xi Jinping, yang sedang dalam kunjungan singkat ke Kerajaan Maroko, Kamis malam, 21 November 2024, di Casablanca. Setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Mohammed V di Casablanca, Kepala Negara Tiongkok itu terlihat disambut oleh Moulay El Hassan.

Selanjutnya, YM Xi Jinping disambut oleh Kepala Pemerintahan, Aziz Akhannouch, sebelum meninjau satu detasemen Pengawal Kerajaan yang memberikan penghormatan kepada tamu negara tersebut.

Bersama Putra Mahkota Kerajaan Maroko, Presiden Tiongkok Xi Jinping kemudian disambut oleh Wali Wilayah Casablanca-Settat, Gubernur Provinsi Casablanca, Mohamed Mhidia, Ketua Dewan Regional Casablanca-Settat, Abdellatif Maâzouz, Gubernur Provinsi Nouaceur, Jalal Benhayoun, Ketua Dewan Regional Nouaceur, Mohammed Salmani, dan Wali Kotamadya Nouaceur, Abdelaziz Radi.

Selain itu, Putra Mahkota Maroko Moulay El Hassan dan tamu kehormatannya Xi Jinping juga disambut oleh Li Changlin, Duta Besar Tiongkok untuk Maroko, Zhou Zhicheng, Menteri Penasihat di Kedutaan Besar Tiongkok, Xia Kelin, Atase Militer di Kedutaan Besar Tiongkok, dan Zheng Wei, dan Penasihat Ekonomi dan Komersial di Kedutaan Besar Tiongkok.

Di pintu masuk ruang tunggu VVIP bandara, Kepala Negara Tiongkok, yang didampingi oleh beberapa delegasi, antara lain anggota Komite Tetap Biro Politik dan Direktur Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), Cai Qi; anggota Biro Politik Komite Sentral PKT dan Direktur Kantor Komisi Pusat Urusan Luar Negeri, Wang Yi; dan Wakil Menteri Luar Negeri, Hua Chunying, diundang ke upacara adat persembahan susu dan kurma.

Setelah istirahat sejenak di ruang tunggu VVIP, dilakukan prosesi resmi menuju kediaman atau tempat menginap Presiden Tiongkok itu di Casablanca yang merupakan ibu kota ekonomi Kerajaan Maroko.

Kunjungan ini mencerminkan ikatan persahabatan, kerja sama, dan solidaritas yang kuat antara masyarakat Maroko dan Tiongkok. Hal itu dapat terbangun berkat komitmen bersama Raja Maroko, King Mohammed VI, dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk memajukan kemitraan strategis Tiongkok-Maroko, yang diresmikan selama kunjungan bersejarah Raja Maroko ke Beijing pada Mei 2016.

Sementara itu, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA), Wilson Lalengke menyambut gembira atas perkembangan hubungan Kerajaan Maroko dengan berbagai negara yang terjalin beberapa waktu ini.

“Saya sangat mendukung dan menyambut baik atas hasil yang dicapai oleh Raja Maroko, King Mohammed VI, dalam membangun hubungan kerja sama yang baik dan kuat dengan negara-negara di semua belahan dunia. Dalam tahun 2024 ini saja, tidak kurang dari 20-an MoU kerja sama, baik bilateral maupun multilateral yang ditanda-tangani oleh Pemerintah Kerajaan Maroko dengan pemerintahan negara sahabat,” ungkap pria yang berkesempatan mengunjungi Maroko tahun 2015 lalu untuk melihat dari dekat pelaksanaan program pembangunan di wilayah Sahara Maroko. (PERSISMA/Red)