Posted on Leave a comment

Rakor Perda Kalbar Pajak dan Retribusi Digelar di Sanggau

SANGGAU – Tom’S Book, Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Suherman, S.H., M.H., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait implementasi Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2024 di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau, yang digelar di Aula Hotel Harvey Sanggau, pada Kamis (5/12/2024). Rakor tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, S.Sos., M.Si.

“Pada hari yang berbahagia ini, kita berkumpul dalam ruang ini untuk saling bersinergi, tidak hanya untuk mempererat hubungan antar pemerintahan, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya pajak sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Suherman dalam sambutannya.

Beliau juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Menurutnya, pemungutan pajak bukan hanya sebuah kewajiban administratif, tetapi juga bukti nyata cinta terhadap daerah. “Dengan ketaatan kita membayar pajak, kita turut berkontribusi dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau dan Sekadau,” tegas Suherman.

Rakor ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 1 Tahun 2024 yang mencakup perubahan dalam sistem pajak daerah dan retribusi daerah, termasuk di dalamnya pengaturan pajak baru, yaitu Pajak Alat Berat. Suherman menjelaskan bahwa peraturan ini juga mencakup sistem bagi hasil baru antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang dikenal dengan istilah “Opsen” (Opsi Pajak Daerah). Dalam sistem ini, beberapa jenis pajak, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), akan menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah kabupaten/kota. 

Suherman berharap, sistem Opsen ini dapat meningkatkan sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah, yang pada gilirannya dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Sebagai bagian dari upaya implementasi peraturan tersebut, Suherman meminta kepada seluruh peserta rapat, termasuk para pengusaha yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sanggau dan Sekadau, untuk mematuhi kewajiban pembayaran pajak, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Alat Berat. 

“Kami berharap pengusaha yang memiliki kendaraan operasional dengan plat luar Kalimantan Barat untuk segera memutasi kendaraan-kendaraan mereka ke wilayah kerja UPT PPD Sanggau dan Sekadau. Kami juga meminta agar kendaraan pribadi milik pegawai perusahaan dan kendaraan rekanan yang disewa untuk operasional perusahaan, tunduk pada kewajiban pajak kendaraan bermotor di wilayah kita,” ujar Suherman.

Selain itu, Suherman juga meminta agar perusahaan perkebunan khususnya, yang mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit, untuk memastikan angkutan mereka tidak melebihi batas berat muatan yang telah ditentukan oleh peraturan yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi jalan dan infrastruktur di wilayah tersebut.(mj)

Posted on Leave a comment

Musyawarah Daerah PPWI Provinsi Lampung Digelar di Lembah Melinium Ponco Wati Lampung Tengah

Tom’S Book, Lampung Tengah, 5 Desember 2024 – Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Lampung berlangsung sukses di Lembah Melinium Ponco Wati, Lampung Tengah. Acara ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Nasional PPWI yang diwakili oleh Wardiansyah, seluruh ketua DPC se-Provinsi Lampung, serta sejumlah wartawan yang tergabung dalam PPWI Provinsi Lampung.

Kegiatan ini diadakan untuk memilih Ketua DPD PPWI Provinsi Lampung yang baru. Dalam acara tersebut, Husin Muchtar dari Lampung Tengah terpilih sebagai Ketua DPD PPWI Provinsi Lampung. Husin Muchtar menyampaikan bahwa pemilihan ini merupakan hasil dari mandat yang diberikan oleh Dewan Pimpinan Nasional PPWI.

“Alhamdulillah, berdasarkan kesepakatan bersama, kita telah memiliki Ketua DPD PPWI Provinsi Lampung yang baru. Semoga ke depan PPWI semakin berkembang dan memberikan kontribusi besar dalam reformasi informasi di Provinsi Lampung,” ujar Husin Muchtar dalam sambutannya.

Ahmad Effendi, Wakil Sekretaris DPC Kabupaten Lampung Timur, menyatakan dukungannya terhadap terpilihnya Husin Muchtar sebagai Ketua DPD PPWI Provinsi Lampung. “Saya sangat setuju dengan terpilihnya Pak Husin, semoga PPWI semakin maju di bawah kepemimpinan beliau,” katanya.

Sementara itu, Gusmanto, Ketua DPC PPWI Kabupaten Mesuji, berharap kepengurusan DPD PPWI Provinsi Lampung yang baru dapat membawa perubahan positif dan memajukan PPWI di masa depan. “Kami berharap kepengurusan ini dapat menjadi garda terdepan dalam membangun Provinsi Lampung di bidang reformasi informasi,” ujar Gusmanto.

Acara tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk kesuksesan kepengurusan yang baru dan kemajuan PPWI di Provinsi Lampung.

Posted on Leave a comment

PPWI Jalin Silaturahmi dengan Kedutaan Besar Tunisia, Bahas Kerjasama di Masa Depan

Tom’S Book, Jakarta, 5 Desember 2024 – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI), dipimpin Ketua Umumnya, Wilson Lalengke,  melakukan kunjungan silahturahmi (courtesy visit) ke Kedutaan Besar Tunisia di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2024.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan komunikasi dan silahturahmi dengan Kedutaan Besar Tunisia, serta  membahas  potensi  kerjasama  di  masa  depan.

Rombongan  PPWI  yang  hadir  dalam  audiensi  tersebut  meliputi  Mr.  Abdul  Rahman  Dabbousi,  Julian  Caisar,  Ibu  Wina,  dan  Ahmad  Syaifullah.  Mereka  tiba  di  Kantor  Kedubes  Tunisia  sekitar  pukul  11.00  WIB.

Rombongan PPWI disambut langsung oleh Duta Besar Tunisia untuk Indonesia,  Mr. H.E, Mohamed Trabelsi, dan  Sekretaris  Kedubes,  Mr  Wissem.

Abdul  Rahman  Dabbousi,  yang  fasih  berbahasa  Arab,  menjelaskan  tujuan  utama  kunjungan  PPWI  kepada  Dubes  Tunisia.

“Kunjungan ini  merupakan  langkah  awal  untuk  membangun  hubungan  yang  baik  antara  PPWI  dan  Kedutaan  Besar  Tunisia,”  ujar  Abdul  Rahman.  “Kami  berharap  kunjungan  ini  dapat  menghasilkan  kerjasama  yang  positif  di  masa  depan.”

Dubes  Tunisia  menyatakan  sangat  mengapresiasi  kunjungan  PPWI  dan  bersedia  melihat  kemungkinan-kemungkinan  untuk  menindaklanjuti  beberapa  usulan  kerjasama  dari  PPWI.

Di  akhir  pertemuan  yang  berlangsung  sekitar  satu  jam  tersebut,  dilakukan  tukar-menukar  cendramata  antar  kedua  pihak. Rombongan  DPN  PPWI,  termasuk  Bapak  Wilson  Lalengke,  Mr.  Abdul  Rahman,  Ibu  Wina,  dan  Ahmad  Syaifullah,  berfoto  bersama  dengan  Bapak  Ruhyat  Hidayat  sebelum  meninggalkan  Embassy  Tunisia.

Posted on Leave a comment

Indonesia Darurat Adab dan Etika

Menertawakan Orang yang Sedang Mencari Nafkah dengan Kata-kata “Goblok” di Depan Khalayak Ramai itu Tidak Pantas

Oleh: S u s a n.

Belakangan ini, publik kembali dihebohkan dengan sebuah kejadian yang menggambarkan buruknya adab dan etika dalam kehidupan sosial kita. Sebuah video yang menunjukkan seorang tokoh publik, Miftah, sedang menertawakan seorang penjual es di depan kerumunan ramai, dengan kata-kata kasar yang menghina, seperti “goblok,” viral di media sosial. Kejadian ini tidak hanya menyentuh aspek personal bagi orang yang dihina, tetapi juga menjadi cerminan buruk budaya dan sikap yang berkembang di masyarakat kita. Miftah yang seharusnya menjadi panutan, malah berperilaku tak pantas, mempermalukan orang lain yang sedang berusaha mencari nafkah dengan cara yang tidak beradab.

Apa yang terjadi di depan khalayak ramai itu jelas bukan lagi bagian dari budaya kita, melainkan sebuah perilaku yang tidak tahu diri dan tidak menghormati nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kehidupan bersama. Budaya yang menghina, merendahkan, dan mempermalukan orang lain, terutama mereka yang sedang bekerja keras untuk mencari rezeki, jelas adalah contoh yang buruk dan seharusnya tidak boleh ditiru.

Bukan hanya Miftah, fenomena ini juga semakin terlihat di kalangan generasi muda yang mulai kebablasan dalam bergaul. Banyak orang yang lupa akan norma sosial, etika, dan adab dalam berinteraksi dengan sesama. Bahkan, tak jarang kita menemukan pejabat dan tokoh publik yang seharusnya memberikan contoh baik justru ikut serta dalam menurunnya tingkat kesopanan dan etika di masyarakat. Bagaimana bisa kita berharap untuk menciptakan perubahan positif jika para pemimpin kita sendiri tidak menunjukkan sikap yang baik dan terhormat?

Penting untuk dicatat bahwa jika Miftah merasa suasana santai, seperti di rumah atau di kafe dengan teman-teman terdekat, mungkin saja sikap tersebut bisa diterima dalam lingkup yang lebih terbatas. Namun, ketika sebuah hinaan dilontarkan di depan orang yang tidak dikenal dan di tempat umum, itu bukan hanya merugikan orang yang dihina, tetapi juga menciptakan dampak buruk bagi masyarakat luas. Seharusnya kita bisa menempatkan diri dengan bijak, terutama dalam interaksi sosial yang melibatkan banyak orang.

Lebih lanjut, penjual es yang menjadi korban dalam kejadian ini mengungkapkan perasaan sedih dan sakit hati atas perlakuan yang diterimanya. Di tengah upayanya mencari nafkah, dia harus menghadapi hinaan yang tidak seharusnya terjadi, terutama di hadapan orang banyak. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga etika dan saling menghormati di antara sesama, terlepas dari perbedaan latar belakang, status sosial, atau pekerjaan.

Keadaan ini mengingatkan kita bahwa Indonesia sedang menghadapi darurat adab dan etika. Banyak orang yang lupa akan nilai-nilai luhur yang harusnya menjadi dasar dalam berinteraksi di masyarakat. Perilaku yang mengabaikan rasa hormat terhadap orang lain semakin terlihat, baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan pejabat publik. Kalau dibiarkan berlarut-larut, ini akan berdampak buruk bagi perkembangan moral dan sosial bangsa kita.

Sudah saatnya kita kembali merenung dan memulihkan adab serta etika dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus bisa menjadi contoh yang baik bagi generasi berikutnya dengan menunjukkan sikap saling menghormati dan peduli terhadap perasaan orang lain. Tanpa itu, kita tidak hanya akan kehilangan integritas sebagai bangsa, tetapi juga menciptakan masyarakat yang penuh dengan kebencian dan ketidakpedulian. Ini adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama sebagai bangsa.

Posted on Leave a comment

UT Pontianak Teken MoU dengan Sentra Layanan Universitas Terbuka (Salut) Landak

NGABANG – Universitas Terbuka (UT) Pontianak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sentra Layanan UT (Salut) Landak pada Selasa (3/12/2024) di Ngabang. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur UT Pontianak, Dr. Romi Siswanto, S.Sos., M.Si., dan Kepala Salut Landak, L. Sahat Tinambunan, S.E., M.M., disaksikan oleh mahasiswa UT, dosen, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dr. Romi Siswanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kerjasama ini bertujuan mendekatkan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat di Kabupaten Landak. “Dengan hadirnya Salut Landak, mahasiswa tidak perlu lagi ke Pontianak untuk menyelesaikan urusan perkuliahan. Salut akan mempermudah akses dan memperluas jangkauan pendidikan tinggi yang fleksibel dan terjangkau,” jelasnya.

Kepala Salut Landak, L. Sahat Tinambunan, menyampaikan harapannya agar semakin banyak lulusan SMA dan Paket C di Landak melanjutkan pendidikan ke UT. “Berdasarkan data, sekitar 5.000 lulusan Paket C di Landak, namun yang melanjutkan ke UT baru 47 orang. Kami siap membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi melalui berbagai program studi,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa UT, Rendi, yang juga seorang guru SD, mengungkapkan manfaat kuliah di UT. “Jadwal fleksibel dan sistem semi-tatap muka sangat membantu saya tetap bekerja sambil kuliah. Salut Landak membuat kami lebih mudah menyelesaikan studi tepat waktu,” katanya.

Manager Marketing dan Registrasi UT Pontianak, Fahriansyah, mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan Salut. “Kami berharap informasi ini disebarkan kepada masyarakat agar semakin banyak yang memperoleh pendidikan tinggi berkualitas di UT,” tambahnya.

Dengan moto “Pendidikan Tinggi untuk Semua,” UT berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah, terutama melalui program pendidikan yang mudah diakses hingga pelosok.

Penulis Ya’ Syahdan.