
Oleh: Ketum PPWI Pusat Jakarta

Sikap kontroversial yang ditunjukkan oleh Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di Bogor baru-baru ini telah memicu berbagai reaksi publik. Namun, di balik tindakan tersebut, sebenarnya ada faktor yang jauh lebih dalam yang perlu dipahami oleh masyarakat luas. Kepanikan dan kegoncangan jiwa para pengurus PWI merupakan dampak langsung dari keruntuhan organisasi mereka akibat kekacauan yang ditimbulkan oleh kasus-kasus korupsi yang melibatkan sejumlah oknum pengurus, seperti kasus dana hibah BUMN yang diduga diselewengkan oleh pihak tertentu, termasuk Hendry Bangun cs.
Para anggota PWI, yang selama ini menjadi ujung tombak dunia jurnalistik, kini menghadapi kehancuran yang dalam dari dalam organisasinya sendiri. Kekacauan ini menciptakan ketegangan dan kebingungan di kalangan para pengurus PWI, yang tak jarang mengarah pada perilaku yang kurang terkontrol. Karena itu, alih-alih terus menyerang atau membuli mereka, saatnya bagi kita untuk menunjukkan rasa empati dan welas asih.
Bukan saatnya untuk membalas perbuatan buruk dengan keburukan serupa. Kita harus mengingat bahwa meski PWI telah banyak berbuat salah selama bertahun-tahun, kita sebagai sesama wartawan dan masyarakat dapat menunjukkan sikap yang lebih humanis. Untuk itu, disarankan agar acara-acara seperti panggung gembira diadakan di Gedung Wartawan Bogor dan di seluruh gedung wartawan lainnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberikan hiburan dan pemulihan psikologis bagi para pengurus dan anggota PWI yang tengah dilanda tekanan dan ketidakpastian.
Bentuk perhatian ini diharapkan dapat membuka mata para pengurus PWI bahwa rekan-rekan wartawan di luar PWI, terutama yang bukan bagian dari Dewan Pers, lebih mengedepankan profesionalisme dan kemanusiaan, tanpa terbawa oleh sikap hedonistik. Mari kita tunjukkan bahwa kita lebih baik dan lebih bijak dalam menghadapi masalah, tanpa harus merendahkan atau membuli pihak lain. Kita semua adalah bagian dari komunitas jurnalis, dan sudah seharusnya kita mendukung satu sama lain untuk menciptakan dunia pers yang lebih baik dan lebih bermartabat.
