

Tom’S Book, Sanggau – Dalam rangka meningkatkan keterampilan jurnalistik, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional menggelar diklat jurnalistik untuk penulis pemula, the Newbie alias pendatang baru di dunia tulis-menulis dan publikasi media massa dengan materi “Kiat Menulis Berita secara Cepat (Quick News)”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Belajar Jurnalisme Warga melalui kelas online (Google meet) https://meet.google.com/axk-ugxt-fme, pada Sabtu, 23 November 2024, pukul 09.00 – 12.00 wib, diikuti oleh 20-an Penulis Pemula dari berbagai daerah di Indonesia.
Diklat ini bertujuan agar pewarta khususnya penulis pemula memiliki keterampilan jurnalistik dalam menulis berita secara cepat dengan penulisan berita yang baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu dapat menyajikan berita yang layak dan mudah dimengerti oleh masyarakat.
Diklat jurnalistik kali ini dibuka pada pukul 09:00 oleh narasumber diklat yang juga sebagai Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke. Sebelum menyampaikan materi diklat, Wilson memperkenalkan kepengurusan PPWI tahun 2022 – 2027. Selanjutnya menyampaikan tentang keabsahan atau Legalitas PPWI yang mengacu pada peraturan berdirinya suatu organisasi Massa, dimana PPWI telah terdaftar dalam Akte Notaris No. 17 Tanggal 19 November 2007. Kemudian dilakukan perobahan Akte Notaris No. 03 tanggal 29 Juni 2018. Selanjutnya terdaftar dalam SK Menkumham Nomor AHU-0008240.AH.01.07 tahun 2018. Bagi anggota PPWI yang telah memiliki media online, namun belum memiliki Badan Hukum, dilindungi dalam unit media massa PPWI. Berikutnya Wilson menguraikan tentang profil dan kegiatan PPWI.
Dalam paparannya, Wilson menjelaskan bagaimana informasi awal berpengaruh terhadap karakter seseorang dalam menanggapi suatu informasi. Wilson memberikan contoh pengalamannya ketika makan mie ayam bersama temannya. Saat itu temannya bertanya kepada si penjual mie ayam tersebut apakah daging yang dimakannya itu adalah daging ayam, dan si penjual mengatakan jika itu adalah daging sapi. Terjadi ketidaknyamanan dari temannya itu jika yang dimakannya itu bukan daging ayam, tetapi daging sapi. Namun ketika di cek lagi rupanya itu adalah daging ayam. Meskipun sudah dipastikan jika yang dimakan itu adalah daging ayam, namun karena informasi pertama yang diterimanya tidak sesuai membuat ia merasa mual dan tidak melanjutkan makannya. Disinilah pentingnya informasi awal karena menentukan sikap selanjutnya.
Kemudian Wilson juga menyampaikan, Jika ingin membentuk kebudayaan Indonesia, maka harus mempergunakan media massa untuk mempengaruhi publik. Dan dalam penulisan berita harus memuat Rumus 5 + H yaitu Who, What, Where, When, Why dan How.
Selanjutnya, dalam dunia jurnalisme warga, hal-hal yang terjadi kekeliruan dalam suatu berita bisa diperbaiki langsung karena melalui media online. Berbeda pada masa dahulu yang sudah terlanjur dicetak sehingga tidak bisa diperbaiki. Hal tersebut dikarenakan, dimedia massa internet terdapat trend yaitu pemberitaan berkesinambungan, dimana setiap menit berita akan berkembang dan terdapat progress dari berita tersebut, sehingga mempermudah untuk memperbaiki kekeliruan dalam berita yang telah tayang.
Kemudian berhubungan dengan materi Teknik Menulis Cepat (Quick News) adalah salah satu teknik dalam membuat berita termasuk yang dilakukan oleh bagian Humas di Pemerintahan. Perlu juga diperhatikan antara judul dan isi berita tersebut. Dalam penentuan judul, poin penting yaitu : “Siapa sedang Melakukan apa”. Contohnya pada diklat ini, jika dibuatkan judulnya adalah “20-an Anggota PPWI Mengikuti Diklat Jurnalistik”.
Pada diklat tersebut, peserta diberikan latihan membuat berita tentang “Kasat Reskrim Solok Selatan Tewas Ditembak Kabagops Polres Solok Selatan”. Bahan berita berdasarkan informasi awal kejadian penembakan oleh Kabagops Polres Solok Selatan terhadap Kasat Reskrim Solok Selatan dari Kapolda Sumatera Barat. Sebelum diklat berakhir pada pukul 12:00 wib, yaitu 30 menit sebelum penutupan, para peserta diminta menuliskan artikel tentang pelaksanaan diklat Kiat Menulis Berita Secara Cepat yang sedang berlangsung melalui online ini. Artikel karya masing-masing peserta harus berisi berbagai hal yang didapatkan selama diklat, salah satunya untuk mengetahui sejauh mana peserta diklat memahami materi yang telah disampaikan. (TOMI/Red)









