HAJI RAIS ABDOERRACMAN

Rp100.000

Haji Rais Bin Haji Abdoerrachman merupakan salah seorang Pahlawan Perintis Kemerdekaan di Kalimantan Barat. Haji Rais lahir pada tahun 1904 di kampung Parit Mayor yang sebagian besar penduduknya berasal dari suku Banjar. Ayahnya bernama Haji Abdoerrachman dan ibunya bernama Kesum. Haji Rais bin Abdoerrachman terkenal sebagai seorang jurnalis yang membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pers.

Description

Haji Rais Bin Haji Abdoerrachman merupakan salah seorang Pahlawan Perintis Kemerdekaan di Kalimantan Barat. Haji Rais lahir pada tahun 1904 di kampung Parit Mayor yang sebagian besar penduduknya berasal dari suku Banjar. Ayah Haji Rais bernama Haji Abdoerrachman dan ibunya bernama Kesum. Haji Rais merupakan anak tertua dari lima bersaudara.

Haji Rais bin Abdoerrachman terkenal sebagai seorang jurnalis yang membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pers. Haji Rais beranggapan bahwa pers mempunyai peran penting dalam perjuangan untuk melakukan perubahan dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Bangkit dari kemiskinan dan kebodohan, serta perlawanan terhadap kekuatan yang menindas rakyat, merupakan hal yang disampaikannya kepada masyarakat.

Kemampuan jurnalis yang dipelajari Haji Rais selama di Jakarta dimanfaatkannya untuk mengelola beberapa media yang terbit di Kalimantan Barat. Ia ikut merintis kelahiran majalah Kesedaran yang merupakan media resmi dari organisasi Persatuan Anak Borneo (PAB), sebelum ia mengundurkan diri sebagai pengurus. Haji Rais Abdoerrachman menjadi pemimpin redaksi Majalah Kesedaran yang pertama terbit tahun 1939 itu.

Kiprah Haji Rais dalam dunia junalistik dan organisasi Sarekat Rakyat juga membuatnya ditangkap dan ditahan di Batavia dan mengantarkan Haji Rais ke pembuangan di Boven Digul. Apalagi setelah pemerintah Hindia Belanda mengetahui keterlibatan Haji Rais dan teman-temannya pada Kongres Pemuda I pada tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Lapangan Banteng, Jakarta.

Haji Rais dan semua tokoh Sarekat Rakyat, yaitu Gusti Hamzah dari Teluk Melano-Ketapang, Djeranding Sari Sawang Amasundin atau Jeranding Abdurrahman dari Malapi Kapuas Hulu, Achmad Marzuki dari Pontianak, Gusti Sulung Lelanang, Gusti Moehammad Situt Machmud, Gusti Djohan Idrus, Achmad Sood, Mohammad Hambal atau Bung Tambal, dan Mohammad Sohor dari Landak, diputuskan dibuang seumur hidup ke Tanah Merah, Boven Digul, Irian Jaya (Papua) melalui pengadilan Batavia berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 1 April 1927. Pada akhirnya, tahun 1944 Haji Rais ditangkap dan dibunuh oleh Jepang.

Kemajuan pers di Kalimantan Barat tidak lepas dari peran Haji Rais yang aktif di dunia jurnalistik. Pemikiran-pemikirannya tentang kemandirian dalam segala bidang disampaikan kepada masyarakat melalui pers, untuk mendorong mayarakat agar tidak bergantung kepada orang lain atau pemerintah Belanda.

Additional information

Weight0,15 kg
Dimensions21 × 14 × 2 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “HAJI RAIS ABDOERRACMAN”

Your email address will not be published. Required fields are marked *