Posted on Leave a comment

Upaya Penuhi Janji Makan Bergizi Gratis dan Harapan Masa Depan

Oleh: Anthony Budiawan – Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies)

Jumlah penduduk miskin Indonesia, dengan pendapatan di bawah Rp550.458 per orang per bulan, termasuk sangat tinggi, mencapai 25,22 juta orang per Maret 2024. Jumlah penduduk miskin ini lebih besar dari tahun 2019 yang mencapai 24,79 juta orang.

Tingkat kemiskinan Indonesia juga tertinggi di antara ASEAN-7 (Brunei, Malaysia, Indonesia, Philipina, Singapore, Thailand, Vietnam). Jumlah rakyat miskin Indonesia menurut garis kemiskinan internasional, dengan pendapatan di bawah 6,85 dolar AS (kurs PPP 2017) per orang per hari, atau sekitar Rp1,1 juta per orang per bulan, mencapai 168,8 juta orang pada 2022, atau 60,5 persen dari populasi. Tingkat kemiskinan ini jauh lebih tinggi dari Vietnam, dengan rasio hanya 18,7 persen dari jumlah penduduknya pada 2020.

Sejalan dengan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi, angka prevalensi stunting, atau kekurangan gizi, juga sangat tinggi, mencapai 21,5 persen pada 2023. Angka ini menunjukkan tidak ada perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar 21,6 persen.

Kondisi sosial yang menyedihkan ini menjadi perhatian dan tema utama kampanye Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2024. Dalam kampanyenya, Prabowo berjanji memberi makan bergizi gratis kepada anak sekolah, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui. Program ini membutuhkan anggaran sekitar Rp450 triliun.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20241007161559-20-1152565/hashim-program-makan-gratis-prabowo-dua-kali-sehari-pagi-dan-siang/amp

Mengingat kondisi keuangan negara (APBN) yang sangat terbatas, pelaksanaan program ini menghadapi tantangan berat. APBN tidak mampu menanggung anggaran belanja makan bergizi gratis yang sangat besar tersebut.

Semakin mendekati tahun anggaran 2025, pemerintahan Prabowo banyak melakukan berbagai penyesuaian terhadap program makan bergizi gratis ini.

Antara lain, dari dua kali menjadi satu kali sehari, jumlah penerima manfaat dikurangi menjadi hanya 40 persen dari rencana 82 juta orang. Dan terakhir, anggaran per porsi turun dari Rp15.000 menjadi Rp10.000 per orang.

Dengan berbagai penyesuaian tersebut, anggaran makan bergizi gratis dapat ditekan dari perkiraan sekitar Rp450 triliun menjadi Rp71 triliun pada 2025. Atau sekitar 2 persen dari anggaran belanja negara tahun 2025 sebesar Rp3.600 triliun. Atau sekitar 0,3 persen dari PDB. Cukup realistis.

Karena itu, berbagai penyesuaian program makan bergizi gratis tersebut patut diapresiasi. Karena menunjukkan niat serius Prabowo untuk mewujudkan janji kampanyenya.

Hal ini setidak-tidaknya bertolak belakang dengan Jokowi, yang secara sadar memilih untuk tidak memenuhi janji kampanyenya. Bahkan, banyak kebijakan Jokowi bertolak belakang dengan janjinya.

Misalnya, janji untuk memberantas korupsi, tetapi faktanya KPK malah dilemahkan, dengan melanggar independensi KPK yang diatur di TAP MPR. Jokowi juga secara brutal menggunakan institusi hukum sebagai alat kriminalisasi lawan politik di satu sisi, atau untuk melindungi para koruptor di lain sisi.

Janji kampanye Jokowi juga secara terang-terangan membohongi rakyat, seperti mobil esemka: tiga kali kampanye, tiga kali membohongi rakyat Indonesia.

Dan masih banyak undang-undang lainnya yang cacat hukum dan cacat konstitusi, demi membela kepentingan oligarki, dengan menindas rakyat.

Dengan demikian, upaya mewujudkan makan bergizi gratis, meskipun dengan berbagai penyesuaian di tengah keterbatasan anggaran, bisa dilihat sebagai sikap pemimpin yang cukup mumpuni, cakap, dan bisa diandalkan.

Sebelumnya, Prabowo juga membuat kejutan, memfasilitasi kenaikan upah buruh sebesar 6,5 persen. Meskipun masih di bawah ekspektasi, kebijakan ini membawa angin cukup segar kepada kelompok buruh yang sudah lama tertindas di bawah rezim Jokowi.

Kemudian, pernyataan beberapa menteri Prabowo terkait kontroversi PSN PIK2, mencerminkan tekad serius Prabowo untuk mengevaluasi semua status PSN swasta, khususnya PIK2, yang telah melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan dan konstitusi, dan menjadi arena pengusiran dan penindasan kepada penduduk setempat secara masif, secara besar-besaran dan sangat luas, yang belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia.

Inilah ujian sebenarnya dalam membela kepentingan rakyat dan negara, menghapus semua status PSN swasta yang bermasalah hukum, yang sekaligus telah menjadi penjajah baru di Indonesia.

—- 000 —-

Posted on Leave a comment

Laporan Di Polda Lampung Tak Kunjung Ada Kejelasan Hukum, PPWI Akan Unjuk Rasa di Istana Negara

Tom’S Book, Lampung Timur — Sopyanto, Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) dan berdomisili di Desa Labuhan Ratu Satu Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, dalam waktu dekat akan melakukan unjuk rasa (Demo) di Istana Negara, Sabtu (30/11/2024).

Pemicu rencana Demo di Istana Negara ini diduga bertele-telenya penanganan kasus pengeroyokan yang dilaporkan Sopyanto ke Polda Lampung pada 2 Mei 2023 dan penanganannya oleh Polda Lampung dilimpahkan ke Polres Lampung Timur, namun hingga saat ini belum ada kejelasan hukum tentang tindak lanjut penanganan Polres Lampung Timur.

Kepada awak media, menurut Sopyanto, langkah Demo yang akan diadakan di Istana Negara ini bertujuan agar Jendral TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, selaku Presiden Republik Indonesia (RI) beserta Kabinetnya dan Jajarannya mengetahui kondisi penanganan hukum di Indonesia, terkhusus di wilayah hukum Polda Lampung.

“Yaa, saya dan keluarga beserta rekan-rekan sudah mulai kehabisan kesabaran, seolah-olah hukum ini hanya milik mereka, kami bertanya-tanya, ada apa? mengapa? kasus ini terkesan bertele-tele, saya sudah bilang kepada penyidik, kami tidak ada intervensi atau menekan pihak Polres Lampung Timur terkait laporan saya, dan bila kasus ini tidak bisa dilanjutkan, silahkan dihentikan atau di SP3 saja, agar kami dapat mengambil langkah lain, jangan buat kami menunggu kepastian hukum yang tak jelas,” ujar Sopyanto.

TIM PH PPWI Nasional Ujang Kosasih. SH dkk akan mengambil langkah tegas dan akan mendatangi Birowasidik Mabes Polri agar memonitor kerja penyidik di Polda Lampung yang diduga keras bekerja tidak profesional dan cenderung ada keberpihakan kepada para pelaku dalam hal ini pengusaha Galian-C yang diduga Ilegal. 

Ujang Kosasih minta kepastian tentang laporan polisi yang dilaporkan oleh korban yang tak lain adalah Ketua PPWI Lampung Timur yang dikeroyok oleh pengusaha Tambang Pasir Silika yang disinyalir Ilegal di Lampung Timur. 

“Kami selaku Kuasa Hukum dari PPWI sangat prihatin dengan kinerja penyidik Polda Lampung sudah hampir 2 tahun laporan digantung,” ucap Ujang Kosasih. (Tim)

Posted on Leave a comment

Security Cooperation with Morocco ‘Crucial’ in Dismantling Terrorist Cell, Spanish Police Says

Tom’S Book, Rabat – Security cooperation between Morocco and Spain “was crucial” in dismantling a terrorist cell linked to ISIS in the Sahel, composed of nine members, six of whom were active in Madrid, Ibiza, and Sebta, the Spanish National Police Directorate reported on Tuesday, 26/11/2024.

“The collaboration of the General Directorate of Territorial Surveillance (DGST), which arrested three members of the cell in Tetouan and Fnideq, was crucial to the dismantling of this group,” the Spanish police said in a statement.

Thanks to this security cooperation, the authorities were able to neutralize “a real threat to the security of both countries,” the statement emphasized, noting that the cell was made up of highly radicalized individuals, adhering to terrorist ISIS ideologies, and showing a willingness to commit violent acts.

After thorough surveillance, the authorities revealed that these individuals were engaged in “belligerent jihadist activity, making direct threats against people from the west populations and the Jewish community, and inciting violent acts,” the Spanish police stated.

The searches conducted at the homes of the suspects, as part of this joint and simultaneous security operation between Moroccan and Spanish authorities, led to the seizure of bladed weapons and computer equipment.

On Monday, the investigating judge of the National Court ordered the detention of six individuals arrested on Spanish soil, including former detainees in terrorism-related cases in Spain.

Kerjasama Keamanan dengan Maroko “Sangat Penting” dalam Membongkar Sel Teroris, Kata Polisi Spanyol

Rabat – Kerjasama keamanan antara Maroko dan Spanyol “sangat penting” dalam membongkar sel teroris yang terkait dengan ISIS di Sahel, yang terdiri dari sembilan anggota, enam di antaranya aktif di Madrid, Ibiza, dan Sebta, menurut laporan Direktorat Kepolisian Nasional Spanyol pada Selasa, 26/11/2024.

“Kerjasama dari Direktorat Jenderal Pengawasan Wilayah (DGST), yang menangkap tiga anggota sel di Tetouan dan Fnideq, sangat penting dalam membongkar kelompok ini,” kata polisi Spanyol dalam sebuah pernyataan.

Berkat kerjasama keamanan ini, pihak berwenang dapat menetralisir “ancaman nyata terhadap keamanan kedua negara,” tegas pernyataan tersebut, dengan mencatat bahwa sel tersebut terdiri dari individu-individu yang sangat radikal, menganut ideologi teroris ISIS, dan menunjukkan kesediaan untuk melakukan tindakan kekerasan.

Setelah pengawasan yang ketat, pihak berwenang mengungkapkan bahwa individu-individu ini terlibat dalam “aktivitas jihad militan, membuat ancaman langsung terhadap orang-orang dari populasi barat dan komunitas Yahudi, dan menghasut tindakan kekerasan,” kata polisi Spanyol.

Penggeledahan yang dilakukan di rumah-rumah para tersangka, sebagai bagian dari operasi keamanan gabungan dan simultan antara pihak berwenang Maroko dan Spanyol, menyebabkan penyitaan senjata tajam dan peralatan komputer.

Pada hari Senin, hakim penyidik dari Pengadilan Nasional memerintahkan penahanan enam individu yang ditangkap di wilayah Spanyol, termasuk mantan tahanan dalam kasus terkait terorisme di Spanyol. [Red]

Posted on Leave a comment

Siswi SMA Negeri 1 Palembang, Quinsha Adinda Syahirah mewakili Indonesia Dalam Asian Schools Chess Championships ke 18Th di Bangkok

Palembang, – Quinsha Adinda Syahirah, siswi SMA Negeri 1 Palembang, mewakili Indonesia dalam 18th Asian Schools Chess Championships(Kejuaraan Catur Asia Sekolah Ke 18)yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, dari tanggal 01 hingga 11 Desember 2024. Kejuaraan ini diikuti oleh 29 negara.

Adapun negara negara yang ikut serta antara lain Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, China, Fiji, Guam, Hong Kong, Indonesia, India, Iran, Jepang, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Korea, Malaysia, Maldives, Mongolia, Myanmar, New Zealand, Oman, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Turkmenistan, Chinese Taipei, Uzbekistan, dan Vietnam.

Siswi SMA Negeri 1 Palembang, Quinsha, yang baru berusia 15 tahun, berhasil mendapatkan tempat di ajang kejuaraan Internasional. Hal ini berkat pencapaian gemilangnya di kompetisi catur nasional.

Dalam kejuaraan yang berlangsung di Bangkok ini, para pemenang medali emas dari kategori U13, U15, dan U17 baik putra maupun putri berkesempatan meraih gelar FIDE Master (FM) atau Woman FIDE Master (WFM), sementara peraih medali perak dan perunggu akan dianugerahi gelar Candidate Master (CM) atau Woman Candidate Master (WCM). Begitu juga untuk kelompok usia U7, U9, dan U11, yang medali emas, perak, dan perunggu akan memperoleh gelar CM/WCM.

Quinsha yang ditemui ketika akan berangkat ke Bangkok, berharap dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia di kejuaraan ini.

“Saya sangat senang bisa mewakili Indonesia dan berjuang di tingkat Asia. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama bangsa,” kata Quinsha.

Kejuaraan Catur Sekolah Asia ke-18 di Bangkok ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan para pecatur muda berbakat dari seluruh Asia.

Ketua Harian Pengprov Percasi Sumsel Prima Nursinggih mengatakan bahwa ajang ini merupakan kesempatan emas bagi Quinsha untuk mengasah kemampuan serta meraih gelar internasional. “Dengan semangat juang dan dukungan penuh dari pecinta Catur seluruh Indonesia, Quinsha diharapkan dapat meraih hasil terbaik di kompetisi ini” demikian harapan Prima Nursinggih Ketua Harian Pengprov Percasi Sumsel. (Rd)

Posted on Leave a comment

PWI Butuh Empati, Kepanikan dan Kekacauan Organisasi Akibat Korupsi BUMN

Oleh: Ketum PPWI Pusat Jakarta

Sikap kontroversial yang ditunjukkan oleh Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di Bogor baru-baru ini telah memicu berbagai reaksi publik. Namun, di balik tindakan tersebut, sebenarnya ada faktor yang jauh lebih dalam yang perlu dipahami oleh masyarakat luas. Kepanikan dan kegoncangan jiwa para pengurus PWI merupakan dampak langsung dari keruntuhan organisasi mereka akibat kekacauan yang ditimbulkan oleh kasus-kasus korupsi yang melibatkan sejumlah oknum pengurus, seperti kasus dana hibah BUMN yang diduga diselewengkan oleh pihak tertentu, termasuk Hendry Bangun cs.

Para anggota PWI, yang selama ini menjadi ujung tombak dunia jurnalistik, kini menghadapi kehancuran yang dalam dari dalam organisasinya sendiri. Kekacauan ini menciptakan ketegangan dan kebingungan di kalangan para pengurus PWI, yang tak jarang mengarah pada perilaku yang kurang terkontrol. Karena itu, alih-alih terus menyerang atau membuli mereka, saatnya bagi kita untuk menunjukkan rasa empati dan welas asih.

Bukan saatnya untuk membalas perbuatan buruk dengan keburukan serupa. Kita harus mengingat bahwa meski PWI telah banyak berbuat salah selama bertahun-tahun, kita sebagai sesama wartawan dan masyarakat dapat menunjukkan sikap yang lebih humanis. Untuk itu, disarankan agar acara-acara seperti panggung gembira diadakan di Gedung Wartawan Bogor dan di seluruh gedung wartawan lainnya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberikan hiburan dan pemulihan psikologis bagi para pengurus dan anggota PWI yang tengah dilanda tekanan dan ketidakpastian.

Bentuk perhatian ini diharapkan dapat membuka mata para pengurus PWI bahwa rekan-rekan wartawan di luar PWI, terutama yang bukan bagian dari Dewan Pers, lebih mengedepankan profesionalisme dan kemanusiaan, tanpa terbawa oleh sikap hedonistik. Mari kita tunjukkan bahwa kita lebih baik dan lebih bijak dalam menghadapi masalah, tanpa harus merendahkan atau membuli pihak lain. Kita semua adalah bagian dari komunitas jurnalis, dan sudah seharusnya kita mendukung satu sama lain untuk menciptakan dunia pers yang lebih baik dan lebih bermartabat.