Perlawanan Kerajaan-Kerajaan Kalimantan Barat Terhadap Penjajah

Rp120.000

Tahun 1595 sebagai tahun permulaan bangsa Belanda melakukan hubungan dagang di Nusantara. Kedatangan mereka ini didorong oleh faktor ekonomi, terutama faktor kesuburan dan kekayaan alam Nusantara yang menjadi minat utama bangsa Belanda memperluas daerah kekuasaannya. Pada tahun 1604 untuk pertama kalinya bangsa Belanda masuk ke Kalimantan Barat yaitu dengan menjalin perdagangan dengan Tanjung Pura. Adapun bangsa Jepang pada tanggal 19 Desember 1941 pukul 10.00, mulai menduduki Kalimantan Barat melalui Pontianak.

Keberadaan bangsa Belanda dan bangsa Jepang di bumi Kalimantan Barat menimbulkan penderitaan bagi rakyat Kalimantan Barat karena menerapkan sistem pemungutan pajak yang tinggi, yang berujung pada perlawanan kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat terhadap penjajahan Belanda dan Jepang. Perlawanan tersebut telah memakan banyak korban jiwa di kalangan rakyat Kalimantan Barat.

Description

Bagi bangsa Indonesia yang memperoleh kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, sesudah berjuang melalui berbagai perlawanan fisik, maka sejarah perlawanannya menempati kedudukan utama dan mempunyai nilai tinggi. Sepanjang sejarah penjajahan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, telah terjadi berbagai perlawanan sebagai reaksi terhadap penjajahan bangsa asing. Sejarah perlawanan itu merupakan modal yang berharga dalam usaha mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tahun 1595 sebagai tahun permulaan bangsa Belanda melakukan hubungan dagang di Nusantara. Kedatangan mereka ini didorong oleh faktor ekonomi, terutama faktor kesuburan dan kekayaan alam Nusantara yang menjadi minat utama bangsa Belanda memperluas daerah kekuasaannya. Pada tahun 1604 untuk pertama kalinya bangsa Belanda masuk ke Kalimantan Barat yaitu dengan menjalin perdagangan dengan Tanjung Pura. Adapun bangsa Jepang pada tanggal 19 Desember 1941 pukul 10.00, mulai menduduki Kalimantan Barat melalui Pontianak.

Keberadaan bangsa Belanda dan bangsa Jepang di bumi Kalimantan Barat menimbulkan penderitaan bagi rakyat Kalimantan Barat karena menerapkan sistem pemungutan pajak yang tinggi, yang berujung pada perlawanan kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat terhadap penjajahan Belanda dan Jepang. Perlawanan tersebut telah memakan banyak korban jiwa di kalangan rakyat Kalimantan Barat.

Rekam sejarah perlawanan kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat terhadap penjajah ini secara sporadis masih didapati catatan-catatan atau datanya. Pada masa ini, data yang diperoleh merupakan hasil wawancara dan keterangan dari beberapa penuturan generasi berikut, yang memperoleh penjelasan atau keterangan dari anggota keluarganya yang menjadi pelaku peristiwa atau saksi mata pada masa itu.

Selain itu catatan-catatan dan data-data tertulis didapatkan juga dari publikasi terbitan media, risalah dan manuskrip yang sezaman dengan terjadinya peristiwa perlawanan tersebut. Kemudian dari kelompok Veteran dan Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura beserta jaringan relasi militer Republik Indonesia, terutama mengenai dokumen-dokumen sejarah yang ada dalam arsipnya, serta photo dokumentasi mengenai lokasi ataupun tokoh-tokoh pejuang perlawanan terhadap penjajahan.

Catatan-catatan dan data-data tertulis itu merupakan warisan berharga yang tak ternilai karena merupakan saksi sejarah perlawanan kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat bersama rakyatnya terhadap penjajah. Dalam situasi sekarang ini, catatan-catatan dan data-data tertulis tersebut sebagai Pelindung dan Penjaga Sejarah Perjuangan agar tidak ternoda oleh oknum-oknum tertentu yang berusaha merekayasa sejarah untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Additional information

Weight0,10 kg
Dimensions20 × 14 × 1 cm

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Perlawanan Kerajaan-Kerajaan Kalimantan Barat Terhadap Penjajah”

Your email address will not be published. Required fields are marked *